TNI Mengubah Desa Tanjung Batu Jadi ‘Desa Mandiri’

Refleksi 76 Tahun TNI 

Memasuki usia 76 tahun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) semakin mendapat kepercayaan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan laporan berbagai lembaga survei nasional. Lembaga riset LSI (Lembaga Survei Indonesia), Indo Barometer, Cyrus Network, Indikator, dan sejumlah periset, menempatkan TNI sebagai lembaga negara paling dipercaya.

KUTAI KARTANEGARA, nomorsatukaltim.com – Salah satu alasan TNI menjadi lembaga negara yang paling dipercaya ialah kedekatannya dengan masyarakat. Hal ini terlihat dalam program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), atau dukungannya terhadap Desa Mandiri.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kodim 0906/ Kukar, secara aktif terlibat dalam mewujudkan Desa Tanjung Batu, sebagai Desa Mandiri.

Desa di Kecamatan Tenggarong Seberang itu, kini memiliki akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur memadai, aksesibilitas/transportasi, pelayanan umum, serta penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

Desa Tanjung Batu terus bertransformasi mengembangkan beberapa konsep lainnya. Yakni mengembangkan program RT Sigap, pembangunan Rumah UMKM Desa, serta Desa Anti Narkoba.

Bahkan, saat ini desa itu sudah memiliki Rumah Baca. Ketika COVID-19 mewabah, desa ini juga sudah memiliki fasilitas tempat isolasi terpusat (Isoter). Masyarakat juga aktif dalam mengembangkan potensi Karang Taruna.

Pembinaan bagi anak dan remaja dilakukan melalui Pramuka Saka Wira Kartika, dan pengembangan kesenian Sanggar Tari Jepen. Bagi para ibu rumah tangga, ada pusat keterampilan ibu-ibu PKK.

Sementara di sektor keamanan, Desa Tanjung Batu punya Poskamling, Pusban, sampai relawan Bela Negara.

Desa Tanjung Batu merupakan daerah pertama di Kaltim yang mewujudkan konsep pengembangan kawasan ketahanan pangan nasional. Di antaranya melalui pemanfaatan kawasan dan lahan tidur, menjadi lahan produktif. Menjadikan kawasan cadangan pangan dengan skala nasional. Sehingga Tanjung Batu tak hanya menyandang Desa Mandiri, namun juga Desa Sinergi Hijau.

Sejak dicanangkan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto pada 28 Oktober 2020, kini sudah terhampar tanaman pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan seluas 60 hektare, dari 80 hektare lahan yang sudah dibuka.

Desa ini masih menyimpan potensi untuk dikembangkan, karena secara keseluruhan memiliki luas 460 hektare.

Tak hanya itu, bersama pemerintah desa, Kodim 0906/Kukar ikut dalam pembangunan RT sigap, sebagai salah satu upaya bersama dalam pencegahan penularan COVID-19 di desa.

Berkolaborasi dengan Polri, Kodim 0906 juga menyiapkan tempat isolasi terpusat, agar pengendalian dan perawatan COVID-19 bisa dilakukan intensif.

Tidak berhenti di sana, dukungan terhadap dunia pendidikan pun diberikan. Kodim 0906/Kukar bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan Kukar, membangun rumah baca dan menyiapkan ratusan buku bacaan.

Lengkap dengan perpustakaan keliling. Di tengah belum optimalnya aktivitas belajar mengajar, keberadaan perpustakaan keliling membantu proses pembelajaran anak-anak.

Pengembangan Karang Taruna tak luput dari perhatian. Bagaimana menumbuhkan potensi anak-anak muda agar terhindar dari dunia narkoba, dan menjadikannya milenial yang produktif.

Ini dianggap juga  menunjang program Desa Tanjung Batu sebagai Desa Anti Narkoba. Tentu langkah-langkah nyata ini dianggap sebuah dukungan dan komitmen nyata dari Kodim 0906/Kukar untuk Desa Tanjung Batu sebagai salah satu Desa Mandiri di Kukar.

“Kami sangat berterima kasih pada berkontribusi dan peran Kodim 0906/Kukar dijajaran teritorialnya. Juga mendukung Desa Tanjung Batu yang sempat berada di desa tertinggal kini di posisi maju. Dengan support TNI (Kodim 0906/Kukar) sendiri kita di desa dipacu untuk betul-betul menuju desa mandiri,” ungkap Kepala Desa Tanjung Batu, Husniansyah, pada Disway Kaltim.

Peran Dandim 0906/Kukar, Letkol (Inf) Charles Alling, pada penetapan Desa Mandiri, dijelaskan oleh Husniansyah, tidak hanya sebatas ide dan gagasan saja. Perwira berpangkat melati dua itupun ikut terjun langsung dilapangan.

Tidak hanya sekedar memberi komando. Namun langsung berkoordinasi dan bersinergi. Mulai dari proses perencanaannya sampai aksi nyatanya. Serta memberi masukan serta mengevaluasi apa saja kekurangan dalam pelaksanaannya. Hingga akhirnya Desa Tanjung Batu didapuk menjadi salah satu Desa Mandiri.

“Sinergitasnya luar biasa dan melibatkan banyak pihak, terutama dari desa. Dalam perannya pak Dandim (Alling) sebagai mentor yang membimbing saya,” lanjut Husniansyah lagi.

Bahkan karena ide dan gagasan dari Letkol (Inf) Charles Alling, kini tidak hanya menjadikan Desa Tanjung Batu menjadi Desa Mandiri. Desa yang awalnya merupakan bagian dari Desa Embalut ini, kini dikenal luas hingga ke nasional.

Dimana Desa Tanjung Batu, menjadi salah satu daerah unggulan dalam Lomba Bina Teritorial (Binter) TNI-AD Tingkat Nasional 2021. Bahkan masuk dalam nominasi 10 besar tingkat nasional. Tentu ini memberikan dampak positif bagi desa.

Apresiasi pun tidak terlepas ia berikan kepada semua pihak yang juga ikut terlibat. Mulai dari sinergitas pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan dukungan jajaran Polri melalui Polres Kukar.

Termasuk jajaran Desa Tanjung Batu beserta warga desa yang turut antusias dalam membangun Desa Tanjung Batu menjadi Desa Mandiri. Terlihat bagaimana geliat warganya membangun desanya, sehingga ditetapkan menjadi desa yang mandiri, salah satunya mandiri dalam sektor pertanian dalam arti luas, meski dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

“Selain ucapan terimakasih dan berharap dukungan TNI tidak sebatas ini saja, bisa terus berkelanjutan, seperti infrastruktur untuk mensupport semua pihak agar desa ini bisa dibantu secara maksimal lagi,” harapnya.

Disisi lain, Pemkab Kukar pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja Kodim 0906/Kukar dalam membantu menjadikan Desa Tanjung Batu sebagai salah satu Desa Mandiri. Seperti membantu pembangunan beberapa titik konsep penunjang Desa Mandiri.

Seperti RT sigap, rumah baca anak-anak, desa anti narkoba, hingga rumah isolasi terpusat. Bahkan sempat dimanfaatkan sebagai lokasi vaksinasi massal yang mampu menampung ribuan warga.

“Kami mengapresiasi tinggi kepada Dandim 0906/Kukar beserta jajaran yang telah menjadikan Desa Tanjung Batu sebagai lokasi Program Pembinaan Teritorial (Binter) tahun 2021,” ungkap Edi Damansyah kepada Disway Kaltim.

Terkait pengembangan kawasan Desa Sinergi Hijau. Juga jadi sorotannya dan tentu mengapresiasi sebesar-besarnya. Karena sejak dicanangkan pada akhir Oktober 2020 lalu.

Gubernur Kaltim Isran Noor (dua dari kiri) saat memberikan piagam penghargaan kepada Dandim 0906/Kukar, Letkol (Inf) Charles Alling (tiga dari kiri) saat berada di Kawasan Sinergi Hijau Desa Tanjung Batu Tenggarong Seberang.

Cukup berkembang pesat, Dengan harapan pemenuhan kebutuhan pangan pokok untuk Desa Tanjung Batu bisa dipenuhi dari kawasan cadangan pangan ini. Dan Kukar serta Kaltim secara meluas.

Diketahui, di lahan seluas 60 hektare yang sudah dimanfaatkan ini. Setidaknya pertanian dalam arti luas sudah mulai tampak dan bisa dirasakan. Desa Sinergi Hijau yang bertranspormasi menjadi Desa Mandiri inipun didalamnya terbentuk pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan.

“Paling tidak bisa berkontribusi untuk Kaltim,” pungkas Edi.

Jauh sebelum ditetapkan sebagai Desa Mandiri, rupanya sepak terjang Letkol (Inf) Charles Alling rupanya mendapatkan perhatian dari Gubernur Kaltim. Bagaimana upaya dari Alling-sapaan akrab Dandim 0906/Kukar membangun Desa Tanjung Batu sebagai salah satu kawasan teritorialnya.

Bahkan tak segan-segan ia memberikan penghargaan sebagai Kodim Inovatif dan kreatif dalam mengembangkan program teritorial di Kukar. Dalam hal ini mengembangkan kawasan pertanian modern yang sukses.

Penghargaan inipun dianggap sebagai jawaban dari kegelisahan Pemprov Kaltim selama ini. Terkait bagaimana mewujudkan kedaulatan pangan daerah melalui pengembangan food estate di Kaltim dengan sistem pertanian modern. Dimana masih tergantung dengan daerah Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Kita bikin kecil-kecilaan saja tapi terwujud. Meski pun kita bukan daerah cadangan lumbung pangan nasional. Tapi paling tidak, kita bisa berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam daerah,” ujar Gubernur Kaltim Isran Noor dalam kunjungan ke Desa Sinergi Hijau baru-baru ini.

Gubernur menjanjikan peningkatan sistem pertanian ke arah yang lebih modern. Yakni dengan mekanisasi pertanian, dengan menyiapkan alat mesin pertanian (alsintan) modern.

Selain efisiensi, pemanfaatan alsintan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Isran Noor menilai Desa Sinergi Hijau sukses menciptakan kawasan pertanian berbasis integrated farming system, yang menjadikan kawasan ini sebagai role model pertanian. *MRF/KOM

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply