Gawat, Beberapa Ruas Jalan di Kukar Berpotensi Amblas

Kejadian jalan amblas dalam dua pekan terakhir jadi perhatian masyarakat Kukar. Beberapa ruas jalan di kabupaten ini sudah dalam radar pemerintah. Bagaimana penanganannya?

nomorsatukaltim.com – Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar, Restu Irawan membeberkan, lima titik jalan di Kukar dianggap rawan dan berpotensi amblas. Keseluruhannya terletak di daerah hulu, seperti di Kecamatan Kembang Janggut dan Tabang.

Namun saat Harian Disway Kaltim-Disway News Network (DNN) meminta rincian lokasinya, ia belum bisa membeber lebih lanjut dengan alasan akan dicek lapangan kembali.

Restu melanjutkan, lima titik yang rawan amblas itu seharusnya sudah mulai dianggarkan perbaikannya. Bahkan sudah diinventarisasi sejak dua tahun lalu. Belakangan, bukan lima ruas lagi yang rawan, namun bertambah jadi delapan.

Baca juga: Jalan Amblas (Lagi) di Kukar, Kini di Desa Karang Tunggal

“Cuman ada sebagian teman-teman Dinas PU menghitung dan mengecek ulang ke lapangan,” kata Restu, Rabu (22/9/2021).

Restu pun mengatakan, fokus DPU Kukar saat ini bagaimana memastikan jalan poros penghubung antar-kecamatan tidak terputus.

Bagaimana memastikan lalu lintas masyarakat dapat terus berjalan, sehingga tidak memutus roda ekonomi masyarakat sekitar jalan, juga antar-kecamatan.

“Makanya kita inventarisasi jalan antar-kecamatan dulu,” lanjut Restu.

Baca juga: Jalan Poros Tenggarong-Kota Bangun KM 33 Makin Amblas

Bahkan, belum lama ini, pasca kejadian banjir di Kecamatan Loa Janan, staf DPU Kukar langsung turun ke lapangan.

Seperti jembatan kayu habis banjir, berdasarkan laporan kepala desa didapati laporan ada sebanyak lima titik. Namun berdasarkan hasil cek lapangan, hanya ada satu titik yang dianggap rawan.

“Dan itu akan ditangani dulu,” pungkas Restu.

Pendataan jalan berpotensi amblas ini memang terus dilakukan DPU Kukar. Mulai tingkat kerusakan jalannya, hingga status jalannya, sudah masuk dalam basis data DPU Kukar. Data ini jadi dasar pengajuan anggaran penanganannya.

Baca juga: Jalan Poros Tenggarong-Kota Bangun Amblas, BPJN Bakal Bangun Permanen

“Kita juga koordinasikan dengan provinsi, jikalau itu masuk kategori jalan provinsi,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) DPU Kukar, Wisnu Wardana.

Perbaikannya menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada. Dalam artian, mana yang masuk ke jalan kabupaten diajukan melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar.

Sedangkan yang masuk jalan provinsi, dialokasikan melalui anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim. Untuk jalan nasional, melalui skema penganggaran di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

DPU Kukar, diakui Wisnu menyiapkan data hasil turun ke lapangan. Untuk kemudian melaporkan dan mengajukan permohonan perbaikan kepada Pemkab Kukar.

Baca juga: Jalan Amblas Poros KM 11, Begini Keterangan Dinas PU dan BBPJN

Bersinergi dengan Pemkab dalam mencari solusi penanganannya. Terlebih anggaran daerah yang terbilang terbatas, sehingga bisa saja menerapkan skala prioritas pembangunannya.

“Mengajukan permohonan dan menyiapkan anggaran dan solusinya, apalagi anggaran daerah yang terbatas,” tutup Wisnu.

Diketahui, dua kejadian jalan amblas terjadi dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Sebelumnya, jalan amblas terjadi di RT 19, KM 33 Desa Sanggulan pada Kamis (9/9/2021) lalu.

Sebabkan satu unit truk terjebak di jalan rusak tersebut. Beberapa waktu kemudian, kerusakan yang terjadi semakin parah dan melebar. Diakibatkan kondisi hujan, juga aliran air menjadi penyebab.

Baca juga: Gara-Gara Hujan, Dua RT di PPU Banjir, Jalan Amblas

Kejadian kedua terjadi pada Selasa (21/9/2021) pagi. Tepatnya di RT 11 Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Dari informasi yang didapat, amblasnya jalan tersebut lantaran kondisi tanah yang berada di bawah badan jalan longsor. Camat Tenggarong Seberang mengatakan, pondasi jalan tersebut sudah mulai tergerus dalam beberapa waktu terakhir.

Sekitar sepekan lalu, awalnya hanya alami keretakan. Namun karena terus-menerus tergerus, membuat jalan sekitar 20 meter tersebut patah. Karena tidak ada tanah penahannya lagi.

Penanganan pasca amblas pun dilakukan. Bekerja sama dengan dunia usaha, siap membantu perbaikan sementara jalan sepanjang 25 meter tersebut, agar akses jalan tidak putus.  (mrf/zul)

Leave A Reply