Meski Kasus COVID-19 Melandai, Alokasi BTT Pemkab Kukar Tak Berubah

Kukar, nomorsatukaltim.com – Meski kasus COVID-19 di Kutai Kartanegara (Kukar) melandai, namun dipastikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang diajukan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kukar 2021 tak berubah.

Yakni masih mengajukan anggaran senilai Rp 144,5 miliar. Hal itu dipastikan oleh Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kukar, Sunggono. Jumat (10/9/2021).

Langkah ini sebagai upaya antisipasi Satgas COVID-19 Kukar, jika-jika kasus kembali melambung tinggi. Meski itu bukan sesuatu hal yang diharapkan oleh semua pihak. Baik pemerintah kabupaten maupun tim Satgas COVID-19 Kukar.

“Masih menunggu kondisi (COVID-19) hingga akhir tahun, bentuk antisipasi kejadian terburuk di Kukar,” ungkap Sunggono pada nomorsatukaltim.com-Disway News Network (DNN).

Anggaran tersebut, dialokasikan untuk Dinas Kesehatan (Diskes) Kukar, BPBD Kukar, Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, dan Satpol PP Kukar. Namun terbanyak dialokasikan untuk Diskes Kukar. Untuk pemenuhan kebutuhan alat kesehatan (alkes), yang sifatnya barang habis sekali pakai.

Di antaranya alat pelindung diri (APD), obat-obatan, kebutuhan pemenuhan oksigen, dan kebutuhan lainnya. Termasuk pemenuhan anggaran untuk tenaga relawan yang terjun pada penanganan COVID-19 di Kukar.

Sunggono pun menambahkan, untuk saat ini terfokus pada proses tracing kasus. Ini berdasarkan hasil evaluasi Pemkab Kukar dan pemerintah pusat, yang mewajibkan proses tracing-nya. Karena proses tracing di Kukar, dianggap masih relatif rendah. Maka dari itu diperlukan proses percepatan.

Bahkan saat ini, Diskes Kukar pun kembali meningkatkan proses itu, dengan kembali merekrut tenaga tracer, yang kemudian dilatih dan diterjunkan langsung dalam membantu Satgas COVID-19. Apalagi itu menjadi indikator pemerintah pusat untuk menetapkan status suatu wilayah.

Juga terfokus pada proses vaksinasi. Bahkan saat ini Bupati Kukar berkomitmen untuk mengejar 4 ribu dosis perharinya. Bahkan sejauh ini, Sunggono mengklaim hal itu pun sudah berlaku. Bahkan pernah melampaui target tersebut.

Kalau ada vaksinnya, Insyaallah (target) terpenuhi,” beber Sunggono.

Memastikan herd immunity atau kekebalan komunal segera terbentuk di Kukar. Distribusi vaksinasi pun menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada di lapangan. Dengan artian, di mana kecamatan yang memiliki antusiasme tinggi untuk mengikuti vaksinasi, bakal mendapat alokasi lebih.

Seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Sebulu, yang mendapatkan alokasi tambahan saat pelaksanaan vaksinasi, karena animo masyarakat yang tinggi.

“Distribusi akan direalokasikan ke kecamatan yang memerlukan dari kecamatan lainnya,” pungkas Sunggono. (mrf/zul)

Leave A Reply