Petani Semangka di Kubar Gagal Panen, 7 Hektare Lahan Terendam Banjir

Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat petani semangka di Kecamatan Bongan, Kubar, gigit jari. Karena lahan perkebunan terendam air, petani hanya bisa pasrah dan merelakan tujuh hektare lahan semangkanya gagal panen.

nomorsatukaltim.com – Peristiwa banjir belakangan ini memang trending topic di Benua Etam. Tak kecuali di Bumi Tanaa Purai Ngeriman, bahkan sempat memutus akses jalur darat Trans Kaltim di kawasan Muara Tae, Kecamatan Jempang, beberapa waktu lalu.

“Tanaman buah semangka di kampung Muara Kedang Kecamatan Bongan habis tenggelam, luas lahan sekitar tujuh hektare,” kata Eko Sukamto, petani semangka di Muara Kedang kepada nomorsatukaltim.com-Disway News Network (DNN).

“Padahal rencana kalau panen raya mau ngundang pak Camat Bongan, tapi ini gagal karena kebanjiran,” sambungnya.

Baca juga: Putus Akses Trans Kaltim, Banjir di Muara Tae Terbesar sejak 2005

Pria asal Kota Bangun, Kutai Kartanegara itu berujar, semangka yang ia tanam merupakan jenis semangka merah tanpa biji, bibitnya Madrid, Arsenal, dan Amara. Jenis yang sudah memang populer ini, menurut Eko, tak sedikit peminat yang lebih dulu memesannya.

“Sebelum panen, semangka ini sudah bertuan. Kebanyakan pembeli dari Samarinda,” sebut Eko.

Soal harga, kata pria yang telah tujuh tahun bertani semangka ini, menyebut bervariasi, tergantung nilai pasarannya. Biasanya dibanderol Rp 4 ribu per kilonya.

Banjir yang sudah dua malam terakhir merendam tanaman semangkanya itu mengakibatkan banyak buah yang busuk, sehingga tidak layak panen.

Baca juga: Seberapa Menggiurkan Sih jadi Petani?; Bincang dengan Komunitas Petani Milenial Kaltim

Meskipun demikian, ia menyebut masih ada ada sebagian yang bisa diselamatkan. Pada Minggu (19/9) mulai dipetik buah yang sudah masuk usia panen, sekitar 30 hari setelah disilangkan.

Untuk diketahui, banjir diduga kuat limpahan dari Sungai Bongan. Sebab, dengan cepat merendam pemukiman hingga jalan protokol di Trans Kaltim ini.

Tujuh hektare lahan, menurut Eko, biasanya menghasilkan 70 ton semangka. Jumlah tersebut jika habis terjual bisa menghasilkan uang setidaknya mencapai Rp 50 jutaan lebih.

Namun faktor alam berbicara lain. Banjir yang sempat merendam kurang lebih dua malam lamanya itu telah membuat petani semangka gagal panen.

Adapun kawasan yang terendam banjir di antaranya, Muara Kedang, Penawai, dan Muara Siram. (luk/zul)

Leave A Reply