AdvertorialBontang

Emak-Emak Eksis Makrifah Herbal Binaan Pupuk Kaltim, Raup Omzet Ratusan Juta Selama Pandemi

Bontang, nomorsatukaltim.com – Tiada kebanggaan yang lebih tinggi dirasakan Hasma dalam 1 tahun terakhir. Selain mendapatkan Anugerah Produktivitas Paramakarya 2021 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, atas keberhasilan lini usahanya yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas selama 3 tahun berturut-turut, sekaligus menjadi usaha kecil pertama di Kota Bontang yang mampu meraih penghargaan tersebut.

Hasma merupakan pimpinan Makrifah Herbal binaan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT), yang bergerak di bidang budidaya Tanaman Obat Keluarga (Toga) dengan produk turunan berbagai jenis minyak herbal, seperti minyak urut, minyak kemiri, VCO, teh herbal, lulur tradisional, bibit toga hingga jasa eduwisata, chatering dan SPA.

Pencapaian Makrifah Herbal diakui Hasma tak lepas dari pembinaan PKT yang secara berkesinambungan membekali seluruh anggota kelompoknya untuk penguatan kapasitas dan manajerial usaha, sehingga mampu berkembang dengan produktivitas yang terbilang tinggi.

Baca juga: Komitmen Terhadap Lingkungan dan Masyarakat, Pupuk Kaltim Raih Propernas Emas Ke-5 dari KLHK

Selama 2021, Makrifah Herbal mampu memasarkan lebih dari 1.500 botol minyak herbal berbagai jenis, dengan omzet tahunan mencapai lebih dari Rp400 juta. Hal ini membuktikan jika pandemi Covid-19 seakan tak menyurutkan produktivitas Makrifah Herbal, seiring meningkatnya permintaan konsumen akan produk herbal untuk imunitas tubuh. Permintaan tak hanya datang dari lokal Bontang saja, tapi juga dari daerah lainnya di Indonesia.

“Saat ini produk Makrifah Herbal sudah tersebar di 32 daerah di Indonesia, dengan permintaan terbesar dari Sumatera, Papua dan Maluku,” kata Hasma dalam rilisnya kepada nomorsatukaltim.com – Disway News Network (DNN).

Sejak menjadi binaan PKT pada 2016, Makrifah Herbal terus bertransformasi dengan berbagai pengembangan. Bahkan pada 2021, Makrifah Herbal menginisiasi terbentuknya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Borneo Skill Sinergy dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bontang Herbal Course, yang mencakup 14 program pengembangan di bidang tanaman obat dan pemberdayaan masyarakat.

Makrifah Herbal kini mampu mengakomodasi 25 anggota di seluruh unit usaha, dengan mayoritas ibu rumah tangga paruh baya yang tidak memiliki pekerjaan. Pemberdayaan sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar, di samping melestarikan lingkungan dengan perluasan media tanam toga di RT.11 Loktuan Bontang Utara, yang merupakan lokasi Makrifah Herbal beroperasi.

Setiap bulan, Makrifah Herbal mampu memberi benefit dengan rata-rata minimal Rp 3 juta untuk setiap anggota. Bahkan bisa lebih tergantung produktivitas hasil penjualan ataupun pelayanan jasa lainnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button