PLN Bagi Tips Hindari Risiko Tersetrum Listrik Sebelum, saat, dan setelah Banjir

Penting untuk memperhatikan kondisi kelistrikan di kawasan rawan banjir.

Berau, nomorsatukaltim.com – Cuaca di Indonesia saat ini sudah memasuki musim penghujan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini prakiraan potensi banjir di bulan September 2021 hingga November 2021. Terdapat beberapa daerah di Kalimantan Timur yang berpotensi banjir menengah. Selain Samarinda dan Balikpapan, Kukar dan Berau belakangan didera banjir juga.

Air merupakan konduktor arus listrik yang baik, sehingga risiko tersetrum listrik akan meningkat ketika arus bersentuhan dengan air banjir. Masyarakat Kabupaten Berau dengan potensi banjir tingkat menengah perlu melakukan langkah antisipasi untuk menghindari kemungkinan tersengat arus listrik. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, lakukan hal berikut untuk meminimalisir sengatan arus listrik:

listrik

Sebelum Banjir

Untuk masyarakat yang tinggal di daerah dengan potensi banjir menengah/tinggi, terdapat cara untuk meminimalisir risiko sebelum banjir datang. Ground Fault Circuit Interupter (GFCI) dapat menjadi opsi. GFCI berfungsi untuk memutus arus listrik secara otomatis jika terjadi kegagalan grounding hanya dalam waktu 1/40 detik.

Prinsip kerjanya adalah dengan membandingkan jumlah arus keluar dan masuk kedapam peralatan di sepanjang kabel konduktor. Ketika perbedaan arus mencapai 5 milliAmpere, GFCI akan memutus arus. Sama halnya ketika peralatan terkena air atau uap air, akan terjadi perbedaan arus yang cukup besar sehingga GFCI akan memutus arus secara otomatis. Saat ini alat GFCI mudah ditemukan di pasaran dengan harga terjangkau serta mudah dipasang.

Ketika bahaya banjir sudah dekat serta kondisi instalasi masih dalam keadaan kering, segera putus sumber arus listrik di rumah dengan mematikan Meter Circuit Breaker (MCB) yang ada di luar rumah. Namun jika rumah telah terendam banjir, jangan mencoba untuk mematikan MCB sendiri. Segera hubungi petugas PLN terkait untuk memutus arus listrik pada MCB.

Jika MCB telah dimatikan, cabut semua peralatan elektronik dari sumber arus. Jika memungkinkan, pindahkan peralatan-peralatan tersebut ke tempat yang lebih tinggi sehingga tidak terendam air.

Selama Banjir

Jika air sudah mencapai rumah, lakukan beberapa langkah keamanan berikut untuk mengurangi risiko tersetrum:

Jangan menyentuh peralatan elektronik sambil berdiri di dalam air. Jangan menyentuh peralatan elektronik yang sudah terendam air. Jangan memasuki area dengan tinggi air melebihi sumber arus. Berhati-hati dengan area dengan kabel yang berada di dalam tanah atau dalam air. Jika diharuskan untuk evakuasi atau meninggalkan rumah, berhati-hatilah terhadap tiang listrik yang kemungkinan terjatuh. Jangan menyentuh kabel listrik yang telah menyentuh air.

Setelah Banjir

Walaupun banjir telah surut, tingkat risiko tersetrum masih sama dengan ketika banjir masih ada. Jangan memasuki rumah sebelum sumber arus dipadamkan.

Jika sebelumnya Anda mematikan sumber arus listrik secara mandiri, Anda dilarang untuk menyalakannya tanpa bantuan petugas yang berkompeten. Petugas akan melakukan pengecekan dan akan menyalakan listrik ketika sudah dianggap aman.

Semua peralatan elektronik yang sempat basah tidak boleh disambungkan ke sumber arus listrik jika belum dicek teknisi dan dinyatakan aman. Sedikit kandungan uap air yang terjebak di dalam peralatan dapat mengakibatkan kerusakan parah.

Air dan listrik bukan merupakan perpaduan yang baik. Selalu perhatikan jika terdapat risiko air dan listrik melakukan kontak. ADV/BOB/AVA

Leave A Reply

Continue in browser
To install tap Add to Home Screen
Add to Home Screen
Continue in browser
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Install
Pasang aplikasi Nomor Satu Kaltim untuk akses berita dengan cepat.
Install