PLN UIP Kalbagtim Bersyukur Program Kampung Ketahanan Pangan Sudah Dirasakan Manfaatnya

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP Kalbagtim) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP Kalbagtim 1) kembali melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Kampung Ketahanan Pangan.

PLN UIP Kalbagtim memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana lengkap untuk tanaman hidroponik dan budidaya ikan. Di lokasi hibah dari developer perumahan. Dengan luasan 10×31 meter persegi. Program ini menjadi semangat baru bagi warga di RT 24 dan RT 25 di Perumahan Taman Bukit Sari VIP 2 Kelurahan Graha Indah  Balikpapan.

Ada 25 anggota masyarakat yang tergabung  dalam kelompok hidroponik dan budidaya ikan. Yang diketuai Shidiq Nur Alam. Di mana masing-masing kelompok memiliki mentor sendiri. Untuk kelompok hidropinik dimentori Suryadi, seorang penggiat hidroponik di Kota Balikpapan.

Sedangkan untuk kelompok budidaya ikan dimentori Syaiful. Untuk varian tanaman yang ditanam, selain caisim juga ada selada air dan pokcoy atau sawi daging. Sementara untuk budidaya ikan ada lele dan nila.

Mereka pun optimis bahwa program Kampung Ketahanan Pangan ini akan memberikan banyak manfaat. Pasalnya sayuran dan ikan hasil panen tidak hanya dijual untuk keuntungan kelompok saja. Melainkan dibagi rata untuk 5 lingkungan RT yang ada di perumahan tersebut. Setelah terbagi dengan rata secara cuma-cuma barulah hasil panen mereka dijual ke pasaran.

“Hasil panen ini tidak akan kami nikmati sendiri keuntungannya, tetapi kami bagikan merata ke masyarakat dan ini sudah menjadi kesepakatan bersama dengan seluruh anggota. Seperti pada panen caisim atau sawi bakso lalu. Di mana hasil panen dibagikan untuk warga kurang mampu di 5 RT sebanyak 185 orang. Lalu kami bagi ke Panti Asuhan Darusilmi. Baru selebihnya kami jual untuk memutar modal nantinya, ” ucap Shidiq.

Sayuran hidroponik yang saat ini diminati oleh masyarakat yang minim akan bahan kimia dan kaya akan mineral ini tumbuh di green house  di Perumahan Taman Bukit Sari VIP 2 dengan lebat dan sehat. Hal ini juga ditunjang karena green house memanfaatkan sinar lampu ultraviolet (UV). Di mana sinar lampur UV tersebut digunakan sebagai pengganti sinar matahari pada malam hari, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman hidroponik.

pln

“Kami telah panen tanaman caisim atau sawi bakso sebanyak 245 bungkus yang masing-masing beratnya 300-350 gram per bungkus di mana total waktu tanam selama 28 hari yang mana biasanya memerlukan waktu sekitar 35 hari bila tidak menggunakan lampu ultraviolet,” tambah Shidiq.

Ucapan terima kasih disampaikan Lurah Graha Indah, Satrio Taufik kepada PLN. Menurutnya PLN telah hadir di tengah-tengah masyarakat dengan program yang inovatif untuk pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan ekonomi.

“Program Kampung Ketahanan Pangan di lingkungan RT 24 dan 25 ini menjadi pilot project program TJSL berbasis pemberdayaan masyarakat yang dengan pemanfaatan listrik sebagai penunjang,” terangnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalbagtim, Muhammad Ramadhansyah, menyatakan bersyukur bahwa program PLN Peduli Kampung Ketahanan Pangan telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat maupun lingkungan.

Selaras dengan Transformasi yang sedang dijalankan PLN. Yang siap berkolaborasi dengan masyarakat untuk menghadirkan inovasi, khususnya yang berkaitan dengan kelistrikan dalam rangka mendorong produktifitas masyarakat.

Program ini juga dilaksanakan tidak semata untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada sosial dan lingkungan di sekitar lokasi pekerjaan SUTT 150kV PLTU Kaltim-GI New Balikpapan. Tetapi ada ada misi sosial yang terkandung. Juga sekaligus mendukung program pemerintah, di mana yang dimaksud ketahanan pangan merupakan kondisi tercukupinya kebutuhan pangan dari waktu ke waktu dan kondisi pangannya juga dalam keadaan baik, sehat, aman, dan terjamin mutunya.

“PLN berkomitmen untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini sejalan dengan moto PLN, listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Listrik harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas yang membawa dampak baik bagi masyarakat, serta mendukung lingkungan yang lebih ramah,” ujar Ramadhansyah.(ADV/BOB/AVA)

Leave A Reply