Advertorial

Kuliah di Poltekkes Lebih Menjanjikan, Prospek Kerja Terbuka Lebar

Direktur Poltekkes Supriadi (tengah) berpose bersama mahasiswa berprestasi Poltekkes. (istimewa)

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan sudah terbentuk sejak Mei tahun lalu. Jurusan ini mempelajari pendekatan pemecahan masalah kesehatan di masyarakat.

Pembukaan ini berdasarkan SK.MENRISTEKDIKTI Nomor 397/KPT/I/2019, tentang izin Pembukaan Prodi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Kaltim. Hal itu dijelaskan Direktur Poltekkes, Supriadi melalui Kajur Promkes Sri Hazanah. Jurusan ini juga mengulas masalah perilaku kesehatan. Baik secara fisik, emosi, sosial, spiritual dan intelektual. “Prospek kerja utamanya di instansi-instansi kesehatan masing-masing daerah,” sebutnya.

Hal ini juga sesuai dengan KEPEMENKES No.1114/MENKES/SK/II/2005 & No 585/MENKES/SK/V/2007. Bahwa setiap rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, dan Dinas Kesehatan harus memiliki ahli promotor. Dalam upaya peningkatan kesehatan baik secara individu dan kelompok masyarakat. Termasuk di lembaga-lembaga non-kesehatan. Seperti lembaga pendidikan, perusahaan baik negeri maupun swasta.

Baca Juga

“Promosi kesehatan juga sudah memiliki Standar Profesi Tenaga Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Seperti di KEPEMENKES No. HK.01.07/MENKES/315/2020. Standar profesi kesehatan adalah batasan kemampuan minimal berupa pengetahuan, keterampilan dan perilaku profesional yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang tenaga promosi kesehatan,” ucapnya.

Peran dan fungsi promotor di instansi atau lembaga-lembaga tersebut dapat menjadi pelopor, penggerak atau inisiator. Terutama menyebarkan atau mempublikasikan masalah-masalah kesehatan masyarakat. Seperti menggali, mengkaji dan menyaring informasi kesehatan langsung dari masyarakat.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button