Advertorial

RKPD 2020 Harus Sesuai Moto PPU

banner diskominfo kaltim

Ketua DPRD PPU Nanang Ali. 

Penajam, DiswayKaltim.com – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Penajam Paser Utara (PPU) tahun 2020 mendatang harus sudah sesuai dengan moto daerah yang Maju, Modern, Religius.

Tiap kata dalam moto dimaksud sudah dijabarkan secara ilmiah, dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Baca Juga

“Semboyan Kabupaten PPU sekarang ‘kan PPU Maju. Maju itu bisa dikatakan di bidang apa. Modern juga sama. Jika kita menindaklanjuti kata modern ini bisa saja seperti modern di bidang perikanan, misalnya, seperti di Kota Makassar modern dalam bidang perikanan air laut berada di daratan dijadikan perikanan yang modern. Semua program mengenai itu dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PPU 2020,” kata Ketua DPRD PPU Nanang Ali.

Dia mengatakan, moto religius juga perlu lebih detail penjabarannya nantinya tertuang dalam RPJMD.

Contoh saja, katanya, setiap malam Jumat misalnya diadakan ceramah dari ustaz dan dianggarkan biayanya. “Ataukah pengertian religius itu dengan melaksanakan salat subuh berjamaah,” ujarnya.

Penjabaran moto ini, kata dia, telah disampaikan pada saat ia menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Aula Lantai 1 Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, baru-baru ini.

Hadir dalam acara itu Bupati PPU H Abdul Gafur Mas’ud, Sekretaris Daerah PPU HM Tohar, Wakil Ketua DPRD PPU H Sudirman dan anggota DPRD, unsur Muspida PPU, Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) PPU.

Nanang Ali melanjutkan, pokok-pokok pikiran yang disampaikannya itu berasal dari aspirasi masyarakat dalam pelaksanaan musrenbang antarkecamatan maupun musrenbang desa yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

“Intinya dari semua pokok-pokok pikiran DPRD adalah bersumber dari masukan masyarakat dan semuanya bersifat prioritas karena menyentuh langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini juga memberikan masukan dan saran terkait dengan program pemerintah yang sudah disepakati, yaitu akan menghubungkan akses jalan Sotek (PPU) sampai ke Kutai Barat.

”Jangan sampai terfokus ke itu saja, sehingga kita melupakan Jalan Silkar sampai kilometer 38 Balikpapan yang merupakan akses perekonomian. Di luar itu masih banyak yang belum terselesaikan, banyak program yang kita akan laksanakan terkait dengan semboyan kita dan butuh inovasi tentang semboyan PPU Maju, Modern, dan Religius,” katanya. (m4/eny)

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button