DPRD Balikpapan

Demi Tingkatkan PAD, DPRD Balikpapan Evaluasi Sektor Pariwisata

 

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Berapa waktu lalu, Komisi II DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan kerja ke Pantai Manggar Balikpapan Timur. Kunjungan dilakukan untuk melakukan monitoring sekaligus untuk melakukan evaluasi di salah satu tempat pariwisata andalan Kota Balikpapan tersebut.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan tahun 2022. Dimana target PAD Kota Balikpapan dari sektor pariwisata sendiri tahun ini sebesar Rp 850 juta.

Baca Juga

Upaya ini juga dilakukan setelah melihat kebijakan yang diambil pemerintah pusat. Yang melakukan beberapa pelonggaran. Salah satunya untuk sektor pariwisata. Dimana setelah dua tahun terhalang pandemi, para wisatawan pasti kembali ingin menikmati liburan.

Namun menurut Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Suwanto, sejauh ini pantai Manggar belum dikelola secara maksimal. Dan belum terlalu signifikan dalam menghasilkan PAD. Sebab pemasukan yang ada masih berkutat dari retribusi dan tiket masuk.

“Tentu diperlukan keseriusan. khusunya dalam berkolaborasi dan bersinergi antara instansi terkait dalam melihat potensi yang bisa menghasilkan pendapatan daerah. Misalnya dengan meningkatkan kapasitas dari UMKM yang ada,” kata Suwanto pada Selasa (19/4).

Suwanto juga mengatakan kalau pihaknya akan kembali menggelar rapat dengan beberapa instansi terkait.  Untuk menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam meningkatkan PAD. Salah satunya dengan melibatkan pihak swasta.

“Kita tidak hanya melibatkan instansi yang ada di lingkungan pemerintah kota saja. Namun kita berencana akan melibatkan pihak swasta sebagai perbandingan untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Selain Pantai Manggar, Suwanto juga meminta kepada Pemkot Balikpapan agar dapat mengembangkan tempat wisata kuliner terpadu. Sebab kata Suwanto, ini sebagai tidaklanjut dari penerapan Perda Zonasi PKL yang sudah mulai berlaku efektif di Kota Balikpapan sejak tahun ini.

“Sejauh ini saya lihat memang wisata kuliner masih sangat kurang dikelola pemerintah,” ucap Suwanto.

Karena itu Suwanto berharap selain dapat menjadi wadah bagi para PKL, tempat wisata kuliner terpadu ini juga akan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Kota Balikpapan.(adv/ale)

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button