Guru Sekolah Negeri di Paser Dijanjikan Pembagian Laptop Cuma-Cuma

Paser, nomorsatukaltim.com – Pemberian laptop dan seragam sekolah secara cuma-cuma menjadi fokus utama di bidang pendidikan bagi kepala daerah Kabupaten Paser. Sebagai catatan, pelaksanaan asesmen nasional pengganti ujian nasional, terkendala keterbatasan fasilitas komputer maupun perangkat teknologi informasi komunikasi (TIK).

Salah satunya di Kabupaten Paser. Masih banyak SD yang kekurangan laptop, apalagi pengenalan dan pengoperasian komputer kepada siswa sudah dikenalkan sejak kelas 4. Fasilitas dasar itu kurang, tak jarang murid memanfaatkan laptop guru.

Setidaknya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengupayakan perlahan terealisasi satu laptop satu guru. Mengingat telah diusulkan sebesar Rp 5 miliar di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Paser tahun anggaran 2021.

“Ya secara bertahap, pada APBD Perubahan 2021 ini senilai Rp 5 miliar. Nantinya (tahun-tahun selanjutnya) Rp 40 miliar untuk semua guru,” kata Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, Murhariyanto, Kamis (5/8/2021).

Diketahui, tenaga pengajar baik SD-SMP/sederajat di Kabupaten Paser sebanyak 4.270 guru. Semuanya diupayakan perlahan menerima pembagian laptop gratis. Dirinya menyebutkan kembali melihat kemampuan keuangan daerah. Namun yang difokuskan dulu bagi wali kelas.

“Ya sekolah negeri dulu. Kalau untuk SD diperuntukkan bagi guru (wali) kelas dari kelas 1 sampai 6. Sedangkan SMP, dibagikan ke guru mata pelajaran,” sambung Pelaksanan tugas (Plt) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser itu.

Pembagian laptop itu sangatlah darurat, apalagi sekarang ini sangat dibutuhkan tenaga pengajar. Mengingat sekarang pembelajaran sistem daring. Pembelian perangkat elektronik itu diutamakan berasal dari dalam negeri.

“Sudah ada edaran dari presiden mengutamakan produk lokal yang spesifikasinya tinggi. Pembeliannya pun tidak dengan lelang, cukup lewat LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Diutamakan sekolah negeri dulu baru swasta,” terangnya.

Sementara itu program prioritas lainnya, yakni pembagian set seragam sekolah yang diperuntukkan peserta didik baru, baik SD dan SMP. Pengadaan seragam sekolah dimasa pandemi COVID-19 bukankah terkesan ada pemborosan. Dijelaskan Murhariyanto, jika realisasinya bukanlah pada 2021 ini, melainkan tahun ajaran 2022/2023.

“Seragam sekolah putih merah, putih biru, olahraga, pramuka hingga kos kaki. Ya untuk murid baru. Itu pembagiannya tahun depan. Mudah-mudahan juga COVID-19 ini segera berakhir,” harap Murhariyanto.

Sedangkan perbaikan atau pemeliharaan fisik sekolah hingga penambahan ruang kelas baru, disediakan anggaran daerah senilai Rp 6 miliar, serta dibantu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 27 miliar.

Dikatakannya, berdasarkan kebutuhan di lapangan dalam renstra (Rencana Strategis) dalam 5 tahun ke depan sekira Rp 300 ribu.

“Setelah dibagi dan dibantu dengan DAK kebutuhan tahunan sekira Rp 50 miliar lebih. Namun setelah melihat anggaran (keuangan daerah) hanya dialokasikan Rp 6 miliar. Jadi kami lebih mendahulukan yang memang benar-benar prioritas. Kalau sekolah sudah miring dan bocor itu sangat prioritas guna menyesuaikan anggaran,” pungkasnya. (asa/zul)

Leave A Reply