Kubar Menanti Kiriman Vaksin dari Pusat

Kubar, Nomorsatukaltim.com – Vaksinasi COVID-19 di Bumi Tanaa Purai Ngeriman harus dikebut. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya menekan lajunya angka terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutai Barat (Kubar). Ketersediaan vaksin yang harus menunggu kiriman dari pusat, nampaknya jadi hambatan mewujudkan harapan itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kubar Rita Sinaga mengutarakan, permintaan vaksin saat ini tengah direbutkan. Tidak saja pemerintah yang sangat memerlukan melainkan juga perusahaan.

Sementara itu, vaksin mandiri atau gotong royong yang dilakukan sejumlah perusahaan terhadap karyawan dan sejumlah warga sekitar perusahaan juga masih terbatas.

“Padahal di Kubar ada ratusan perusahaan dengan ribuan karyawan yang belum divaksin,” ungkap mantan Pimpinan Puskesmas Melak itu, saat rapat kerja bersama DPRD Kubar di Gedung DPRD Kubar, kompleks Perkantoran Pemkab Kubar, Sendawar, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Rita, proses penyuntikan vaksin COVID-19 di Kubar, tetap berjalan. Namun terkendala, jumlah vaksin terbatas, karena menunggu kiriman dari pusat.

Dampaknya, meski sudah ada dilakukan penyuntikan vaksin tahap pertama, belum dapat dilakukan tahap kedua. Sementara rentan waktunya sudah terlewatkan. Sehingga jika nanti vaksin sudah datang ke Kubar, maka akan dipriotaskan terlebih dulu untuk suntik vaksin tahap kedua tersebut.

Sementara untuk mempercepat stok vaksin, ungkap dia, tidak dijual bebas. Melainkan, Kubar sudah dijatah pusat sejumlah tersebut.

Dia mengatakan, adapun suntik vaksin COVID-19 di Kubar dilakukan dua tahap. Target vaksinasi 133.761 orang, tapi capaian dosis tahap pertama 28.339 atau sekitar 21,2 persen. Tahap kedua 19.269 atau 14,4 persen.

“Kalau kita kalkulasikan masih jauh dari target 70 persen,” katanya.

Dia menyebutkan, capaian vaksinasi COVID-19 di Kubar hingga akhir Juli, mencapai 47.608 kelompok sasaran. sementara jumlah penduduk Kubar yang harus divaksin 133.761 orang.

Dari sejumlah capaian vaksinasi tersebut, sudah divaksin terdiri 2.189 orang dari unsur Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), 18.782 orang pelayan publik, dan 1.689 orang lanjut usia (lansia).

Berikutnya, masyarakat rentan dan umum 5.994 orang, calon jemaah haji 85 orang, namun yang bersedia di vaksin 73 orang. Sedangkan usia 12 sampai 17 tahun ada 425, dan tenaga pendidik/guru 4.187 orang. (luk/zul)

Leave A Reply