Cedera, Atlet Taekwondo Kaltim Tetap Genjot Latihan

Samarinda, nomorsatukaltim.com  Mochammad Teguh Prakoso, atlet taekwondo yang tengah mengikuti puslatda sentralisasi, harus menjalani intensitas latihan dengan kondisi menahan sakit akibat cedera pada lututnya.

Namun begitu, intensitas latihan atlet taekwondo ini mengikuti porsi yang sudah diprogram oleh pelatihnya.

Lelaki yang biasa disapa Teguh tersebut, mengalami cedera lutut sewaktu menjalani latihan bersama rekannya di Samarinda, Februari 2021 lalu. Sembari menjalani pemulihan ia tetap melakukan latihan demi maksimalkan pertarungannya kelak.

Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) sentralisasi sendiri berlangsung sejak 8 Juli 2021. Sebanyak 36 cabor yang terdiri dari 521 Kontingen perwakilan Bumi Etam, ikut dalam Puslatda di Kota Tepian. Termasuk tim taekwondo Kaltim yang didambakan banyak mendulang medali nantinya.

“Memang saya sedang cedera seperti ini, jadinya saya punya porsi latihan tersendiri yang tidak menimbulkan rasa sakit, itu porsinya sementara waktu ini,” ungkapnya baru-baru ini.

Atlet kelahiran Balikpapan ini mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan perawatan, dirinya sudah menuju titik kesembuhan. Sehingga cukup memungkinkan untuk mengikuti PON di Bumi Cendrawasih Oktober mendatang.

“Kondisi sekarang sudah mencapai 70 persen kesembuhan. Saya yakin sebelum PON sudah sembuh,” sebutnya.

Teguh mengaku, alasan lain yang memotivasinya untuk latihan adalah demi mempersembahkan emas PON. Ia turun di nomor under 74 kategori kyorugi. Sebelumnya, ia telah mengikuti PON dua kali, dengan torehan medali perunggu di dua kesempatan itu. Sementara PON kali ini adalah yang ketiga baginya dan merupakan kepesertaan terkhir.

“Ini ketiga kalinya ikut PON, ini PON terakhir sebagai penutup. Saya meyakini mampu mendapatkan medali emas,” tandasnya.

Di sisi lain Teguh sangat mendambakan emas di Papua. Karena memang impiannya sejak kecil. Saat duduk di bangku kelas 6 SD dia sudah dikenalkan taekwondo. Pertama kali mengikuti lomba pada kelas 3 Sekolah Menengah Pertama.

“Waktu SD itu saya helum berani ikut lomba, dan pada waktu itu postur masih gemuk. Belum ideal. Selain itu masih suka takut,” kenangnya.

Terakhir, ia mengingatkan kepada taekwondoin Kaltim junior agar semangat mengikuti latihan. Tempaan latihan saat ini adalah hasil maksimal di masa mendatang. Poin utama adalah semangat dan kepercayaan diri yang perlu di tingkatkan dan di pupuk.

“Jangan mau kalah sama senior. Dulu latihan saya juga ikut senior. Jadi kalau seniornya gak ada jangan sampai kurang semangatnya,” sebutnya memotivasi rekan juniornya. (frd/fdl)

Leave A Reply