Mahasiswa Balikpapan Unjuk Rasa Tolak PPKM

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Sejumlah mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di Balikpapan menggelar unjuk rasa sekitar pukul 13.00 Wita, Kamis (22/7/2021). Para mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Balikpapan menuntut penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat ini dicabut.

Menurut mereka, pemberlakuan PPKM di Balikpapan justru mematikan ekonomi masyarakat.

“Telah mati: empati dan simpati pemerintah terhadap ekonomi masyarakat,” teriak salah seorang pendemo.

Tidak hanya itu, mereka pun memplesetkan kepanjangan PPKM, menjadi “Pelan-Pelan Kita Mati.”

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi yang langsung menemui massa mengungkapkan, para mahasiswa meminta Pemkot Balikpapan menghentikan PPKM.

“Tuntutan mereka macam-macam, ada yang minta PPKM disetop, dihentikan. Tuntutan empati pemerintah, dan lain sebagainya,” ujar Turmudi di sela-sela aksi.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Dandim 0905 Balikpapan, Kolonel Inf Faisal Rizal, mahasiswa yang terlibat berkisar 180 hingga 200 orang. Jumlah tersebut, kata Dandim, memicu potensi penularan COVID-19 bagi para pengunjuk rasa.

“Itu masalah kekarantinaan maupun protokol kesehatan yang kita larang, yang paling utama adalah menjaga kesehatan dan keselamatan saat ini,” ujar Dandim 0905 Balikpapan saat mendampingi Kapolresta Balikpapan.

Oleh karenanya, unjuk rasa ini berlangsung tidak lama. Dengan landasan kekhawatiran penyebaran COVID-19. Tak berselang lama, sekira pukul 13.30 Wita, gelaran unjuk rasa tersebut dibubarkan operasi gabungan Polresta Balikpapan dan Kodim 0905 Balikpapan.

Lanjut Dandim 0905 Balikpapan, Kolonel Inf Faisal Rizal, tuntutan para mahasiswa itu tak masuk akal. Lantaran instruksi PPKM ini merupakan keputusan Presiden.

“Masalah PPKM mikro ini sudah ditetapkan oleh Presiden langsung, dilanjutkan dengan Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) nomor 23 tahun 2021,” tegas Faisal.

Menurutnya,  Pemkot Balikpapan sudah mengimbangi penerapan PPKM dengan distribusi bantuan.

“Khususnya pemberian BLT (bantuan langsung tunai) bagi masyarakat yang berdampak, itu sudah mulai disalurkan terus,” tambah Faisal.

Lanjutnya, bantuan-bantuan tersebut sudah direalisasikan. Sehingga tuntutan terkait pencabutan PPKM dinilai tak relevan.

“Semuanya sudah kita tampung, semuanya sudah direalisasikan oleh pemerintah. Jadi tidak perlu lagi mengada-ngada sehingga menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.

Disinggung soal unjuk rasa susulan, Faisal sendiri mengaku siap menyikapi hal tersebut. Khususnya dalam hal backup Polresta Balikpapan. Pihaknya akan selalu mendukung langkah Polresta Balikpapan dalam hal menjaga Balikpapan tetap aman dan kondusif.

AMANKAN 15 MAHASISWA

Sebelum aksi unjuk rasa bubar, sempat terjadi kericuhan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Kericuhan tersebut disebabkan mahasiswa sempat menolak dibubarkan, akibat tuntutan mereka yang tak kunjung dipenuhi. Salah satunya, mereka ingin bertemu langsung dengan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

Hanya saja, Polresta Balikpapan berhasil mendinginkan keadaan. Namun, sekitar 15 orang dari pengunjuk rasa mahasiswa ini digiring ke Mako Polresta Balikpapan, termasuk di antaranya koordinator lapangan (Korlap) aksi.

“Kita amankan 15 orang yang ada di belakang, bisa dicek. Kita amankan kemudian sedang kita rapid antigen,” ujar Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi usai pembubaran massa aksi.

Hal tersebut, menurut Turmudi, sudah dipersiapkan sejak awal sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku. Oleh karenanya, Turmudi berharap di antara 15 orang yang menjalani tes rapid antigen tersebut, diakhiri dengan hasil negatif.

“Tapi kalau ada yang positif, nanti kita tracing ke semua adik-adik kita yang tadi unjuk rasa ya,” jelas Turmudi.

Kepada awak media, Turmudi juga mengatakan, sebelum unjuk rasa ini, pihaknya sudah melakukan audiensi kepada para mahasiswa dan terkhusus perguruan tinggi yang bersangkutan, agar tak turun ke jalan. Sebab, hal tersebut membahayakan para pengunjuk rasa akibat berkerumun dengan jumlah orang yang terlampau banyak.

“Kalau turun ke lapangan itu sangat rentan terjadi penyebaran dari kerumunan dimaksud. Jadi kita melakukan upaya pembubaran dan alhamdulillah berjalan dengan lancar,” tegas Turmudi.

Lebih lanjut Turmudi menjelaskan, ia telah memberikan solusi berupa ajakan aksi nyata sepanjang PPKM, sebagaimana yang menjadi tuntutan mereka. Turmudi mengajak mahasiswa dalam hal kegiatan sosial, seperti terlibat dalam vaksinasi massal hingga pembagian sembako.

“Itu upaya kami untuk merangkul mereka supaya sibuk dan punya kegiatan sosial yang bernilai terhadap pengendalian pandemi di Balikpapan,” ujar Turmudi.

Sebab, dirinya sangat menyesalkan keputusan untuk berunjuk rasa berimbas pada kerumunan. Turmudi mengaku khawatir penularannya menyasar mereka.

“Jadi cukup saja kegiatan-kegiatan yang tentunya kontraproduktif sekarang, seperti kerumunan turun ke lapangan ini,” tutup Turmudi. (Bom/zul)

Leave A Reply