Persiba Masih Optimis Liga 2 Digelar

Balikpapan, nomorsatukaltim.comPersiba Balikpapan adalah satu dari sekian banyak klub yang meliburkan pemain. Mayoritas klub, baik Liga 1 maupun Liga 2 memulangkan pemainnya.

Tak lain lantaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai diterapkan di berbagai daerah. Terlebih DKI Jakarta yang menjadi tempat pemusatan latihan Persiba.

Presiden Klub Persiba Balikpapan, Gede Widiade sangat memaklumi dengan penundaan kompetisi. Baginya kesehatan tetap diutamakan untuk kondisi pandemi saat ini. Pun terkait rencana bergulirnya kembali kompetisi akhir Agustus mendatang. Menurutnya rencana tersebut mesti dipersiapkan secara matang.

“Wacana yang baik dan bagus. Kita harus melihat kondisi kenyamanan dan keamanan dari wabah. Juga kenyamanan dan keamanan dari keuangan,” kata Gede kepada nomorsatukaltim.com, (21/7) kemarin.

Ya, keamanan dan kenyamanan tetap nomor satu. Menjalani kompetisi di tengah pandemi COVID-19 sangat bersiko. Apalagi hingga per 20 Juli tercatat ada sekitar 600an ribu kasus. Baik penyelenggara hingga klub mesti memperhatikan kesehatan pemain. Baik di dalam maupun luar lapangan.

Tak hanya itu sisi finansial paling vital jika memang menggelar Liga 2 bulan depan. Karena beberapa klub ada yang ditinggalkan sponsor. Selain itu kesanggupan operator yang memerlukan sponsor juga mesti dipertimbangkan. Di sisi lain PT Liga Indonesia Baru (LIB) mesti menjalani kewajibannya seperti subsidi klub.

“Apakah masih ada klub yang survive? Banyak sponsor yang mundur. Kalau Persiba tidak ada yang mundur. Beberapa sudah tanda tangan kontrak. Dan ada beberapa sponsor menunda untuk kerjasama,” tambah pengusaha asal Surabaya itu.

Gede tentu sangat berharap kompetisi bisa digelar akhir Agustus. Namun dengan catatan pandemi COVID-19 bisa mereda. Keuangan mayoritas klub bisa membaik. Sehingga Liga 2 bisa bergulir sesuai harapan. Namun andai kembali ditunda dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Gede akan mengambil langkah konkret.

“Kalau dilanjutkan akan kita pertimbangkan. Kalau diperhitungkan dari finansial dan kesehatan tidak memungkinkan kita buat surat. Dengan mempertimbangkan lagi kondisi. Jadi harus jelas, pola pikir kita dengan klub operator dan federasi mesti sejalan,” tegas Gede.

Pun dengan pemain Persiba, Gede tak segan untuk merasionalisasikan kembali gaji pemain jika kompetisi kembali ditunda. Dia yakin semua pemain akan memaklumi keadaan klub. Seperti yang sudah dijalani tahun lalu. Pemain mendapat gaji sebesar 25 persen. Setelah habis kontrak, Gede tetap memberikan gaji 25 persen tersebut. (fdl2)

Leave A Reply