ngopi

Kasus COVID-19 Mahulu Meningkat, Perbatasan Makin Diperketat

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Tingginya angka penyebaran COVID-19 di Mahulu membuat Pemkab mengetatkan akses masuk perbatasan. Meski tidak masuk dalam kategori level 3 dan 4 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), namun perlakuannya, terutama di perbatasan disamakan.

“Kenaikan kasusnya di Mahulu sudah dapat dikatakan darurat,” ungkap Agustinus Teguh Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes P2KB) Mahulu, Rabu (21/7/2021).

PPKM mikro pun juga masih berlaku di daerah termuda se-Kaltim ini.

“Penyebarannya merata di semua kecamatan. Tertinggi atau paling banyak kasusnya yaitu Kecamatan Long Bagun,” urainya kepada Harian Disway Kaltim dan Nomorsatukaltim.com.

Dia menuturkan, hingga saat ini jumlah kasus aktif terpapar COVID-19 sekitar 188 orang. Dengan kondisi saat ini, menurutnya, masyarakat harus sangat waspada dan patuh protokol kesehatan (Prokes). Bahkan menurut kadinkes, masyarakat diminta segera melapor bila merasa kontak erat atau timbul gejala demam, batuk dan pilek.

“Jangan dianggap flu biasa. Semakin cepat terdeteksi semakin cepat diberikan obat yang spesifik. Sehingga angka kesembuhan juga semakin tinggi,” urainya.

Agustinus Teguh Santoso juga berpesan agar masyarakat jangan takut periksa dan tes usap atau swab test. Justru kata dia, semakin baik jika lebih cepat diketahui.

“Sehingga bisa lebih cepat ditangani. Jangan sampai kalau sudah sesak napas baru periksa,” pungkasnya.(imy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply