Hari Pertama Iduladha di PPU, 90,6 Ton Daging Kurban Disalurkan

PPU, nomorsatukaltim.com – Pagebluk COVID-19 tak berpengaruh banyak  pada perayaan Iduladha 1442 Hijiriah di Benuo Taka, Khususnya dalam urusan pemotongan hewan kurban. Pasalnya, pada hari pertama saja, Selasa, (20/7/2021) jumlah hewan yang disembelih tak berubah signifikan dibanding tahun lalu.

Dari data tim monitoring Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU), tercatat sudah 798 ekor sapi dan 179 ekor kambing disembelih. Dari sekira 255 titik pemantauan. Totalnya setara dengan 90,6 ton.

“Data sampai 20 Juli, untuk Kecamatan Penajam terpantau 134 titik dengan jumlah pemotong sapi 494 ekor dan kambing 106 ekor. Kecamatan Waru 29 titik, 80 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Kecamatan Babulu 64 titik, 151 sapi dan 32 kambing, Kecamatan Sepaku 27 titik 72 ekor sapi dan 29 ekor kambing,” jelas Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Arief Murdiyanto, Rabu, (21/7/2021).

Jumlah ini tak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2020 kemarin dari 356 titik, total pemotongan ada 904 ekor sapi dan 213 ekor kambing. Terjadi peningkatan dibanding 2019. Kala itu total ada pemotongan 745 ekor sapi dan 182 ekor kambing pada 333 titik pantau.

Hasil pencatatan 30 personel dalam tim itu dihimpun selama 3 hari. Mulai hari H sampai H+3 hari raya.

“Jadi data ini masih semantara yang terlapor dari petugas. Masih bisa nambah lagi setelah 3 hari,” ucapnya.

Hasil ini sudah diprediksi Arief sebelumnya. Karena semenjak 15 hari sebelum lebaran, tim sudah diturunkan untuk mencatat stok dan memeriksa kesehatan hewan kurban di peternakan dan lapak-lapak pedagang dengan mekanisme ante mortem. Hingga H-1 lalu, tercatat ada sekira 612 ekor sapi dan 433 ekor kambing.

Jumlah itu hanya stoknya saja. Tentu menjadi perkiraan awal, acuan jumlah yang akan terpotong pada ritual umat Islam itu.

“Tapi untuk pemotongan di PPU, tidak semuanya karena menurut info ada pedagang yang menjual hewan hingga ke kabupaten tetangga. Begitu juga sebaliknya,” urai Arief.

Lebih lanjut, dasar pemantauan hingga 3 hari, belajar dari kebiasaan masyarakat setempat. Yang biasanya masih melakukan pemotongan selama hari tasyrik, sampai Jumat, (23/7/2021) mendatang. Diyakini, tegas Arief, data masih dinamis dan terus bertambah.

Angka-angka yang tersebut di atas menunjukkan tak ada perubahan signifikan dari perilaku masyarakat dalam menjalankan ibadah. Meski di satu sisi, tak sedikit yang menilai situasi pandemi diyakini banyak memberikan penetrasi tiap sektor. Mulai sisi kesehatan, gaya hidup dan ekonomi.

Lagi pula, untuk urusan penyembelihannya hewan kurban ini, Pemkab PPU telah mengeluarkan edaran pembatasan aktivitas. Untuk menekan penyebaran COVID-19. Disebutkan aturan untuk membatasi kegiatan salat id berjemaah dan pemotongan hewan di wilayah berzona merah dan oranye. Di bawah itu masih boleh.

Sementara kondisi saat ini, dari 4 kecamatan yang ada, tidak ada wilayah yang diperkenankan. PPU memiliki 3 zona merah dan satu zona oranye.

“Yang terpenting tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) selama rangkaian pelaksanaan ibadah Iduladha. Sehingga kesehatan ternak kurban terjaga demikian pula kesehatan masyarakat juga tetap terpelihara. Semoga selalu diridai Allah. Semua sehat dan pandemi segera berlalu. Amin,” pungkasnya. (rsy/zul)

Leave A Reply