Tes Antigen Acak di Paser Diwarnai Ketegangan

PASER, nomorsatukaltim.com – Satgas COVID-19 Kabupaten Paser melakukan tes antigen secara acak. Kegiatan itu menyasar coffee shop maupun tempat kerumunan lainnya, khususnya yang berada di area publik di atas pukul 22.00 Wita.

Tes acak tersebut sebagai salah satu langkah mendeteksi penyebarluasan COVID-19 di Kabupaten Paser. Seperti yang dilakukan pada Sabtu (17/7/2021) malam, melakukan tes secara acak. Mulai pada salah satu coffee shop di Jalan Kesuma Bangsa, areal wisata belanja (Wisbel) iner hingga kawasan Siring Tepian Taman Kandilo Kecamatan Tanah Grogot.

“Secara keseluruhan ada 20 orang yang kami lakukan swab antigen acak. Mulai di kedai kopi ada 16 jiwa, Wisbel dan Siring Kandilo masing-masing dua orang,” kata Kepala Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas COVID-19 Kabupaten Paser, Heriansyah Idris.

Hasil tes antigen acak malam itu, tak didapati warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Dikatakan Idris, kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara mendadak. Ia menilai tingkat kepatuhan masyarakat mengenai protokol kesehatan (Prokes) sudah membaik.

“Cuma kadang masih ada warga yang lupa pakai masker. Mereka bawa, cuma disimpan di saku (celana), begitu ada petugas barulah dipasang,” aku Kepala Satpol PP Paser itu.

Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paser, dr Ahmad Hadi Wijaya mengatakan, tes antigen secara acak dan mendadak bagian dari upaya mempercepat penanggulangan COVID-19.

“Selain itu juga menertibkan kepatuhan masyarakat supaya patuh akan prokes. Swab antigen ini bagian dari strategi untuk mempercepat penanggulangan Covid saat ini. Memperbanyak testing jadi salah satu kunci utama,” sebutnya.

Jika dari tes antigen acak ditemukan warga yang positif COVID-19, maka selain penanganan, juga dilakukan tracing dengan minimal 30 orang yang kontak erat atau di sekitarnya.

“Ini sangat membantu untuk mendeteksi seberapa besar perluasan COVID-19 di daerah kita,” terang Jadi Wijaya.

Pelaksanaan itu sempat memanas, diwarnai debat argumen oleh satgas dan warga yang diminta dilakukan tes antigen. Kesalahpahaman bermula, saat seorang personel mendengar perkataan “mengganggu” ketika tengah melakukan sweeping di Kawasan Siring Tepian Kandilo.

Mendengar perkataan itu, petugas mempertanyakan maksud dari kata mengganggu oleh seorang warga yang diketahui bernama Najib. Beruntung miskomunikasi tak melebar, bisa dikendalikan seraya petugas memberikan penjelasan.

“Di sini (Siring Kandilo) sedang menunggu paman, sambil telponan dengan teman. Tak lama petugas lewat, teman (ditelpon) menanyakan suara apa itu, mengganggu saja. Saya bilang tidak mengganggu,” jelas Najib kepada awak media.

Ia bilang, petugas hanya mendengar sepotong ucapannya, yakni kata “mengganggu”. Dirinya beranggapan satgas tersinggung. Di hadapan petugas, Najib mengaku tak membawa kartu tanda identitas, dirinya menyebutkan dari Kalsel dan baru berada di Tanah Grogot.

“Ini baru pertama kali swab. Alhamdulillah hasilnya negatif,” tandasnya. (asa/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: