Relokasi ke Lokasi Baru Pasar Babulu Menunggu PPKM Dicabut

PPU, nomorsatukaltim.com – Keberadaan Pasar Babulu yang baru di Penajam Paser Utara (PPU) sudah ditunggu-tunggu. Namun hingga kini masih ada saja kendala.

Padahal Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindag KUKM) sudah sejak lama bersiap. Mereka berencana segera merelokasi pedagang Pasar Babulu yang lama itu ke lokasi baru. Tepatnya di belakang Puskesmas, Kecamatan Babulu itu.

Kepala Disperindag KUKM PPU, Sukadi Kuncoro menyebutkan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menjadi hambatannya. Jadi menunggu penerapan ini selesai.

“Target kami akhir Juli ini. Tapi dengan kondisi PPKM tidak bisa dilakukan pengundian. Karena kita melakukan ini dengan terbuka, jadi mengumpulkan massa, kan tidak boleh,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pasar Rakyat dengan konsep semi modern ini dibangun pada 2019 lalu. Anggaran yang dikucurkan Rp 3,7 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pemerintah Pusat.

Dari sisi infrastruktur, lanjutnya, pasar baru ini sudah aman. Dari sisi fasilitas dasar seperti listrik, air dan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Adapun saat sedang dilakukan pembenahan-pembenahan area di sekitar pasar oleh UPT PU Kecamatan Babulu.

Adapun yang menjadi masalah baru ia jumlah lapak alias kios yang tersedia di pasar tersebut belum mengakomodasi keseluruhan pedagang. Permasalahan ini pulalah satu di antaranya yang menyebabkan selama dua tahun ini pasar belum difungsikan.

“Nah, yang jadi soal fasilitas untuk pedagang yang belum kebagian tempat. Data terbaru kami ada 282 pedagang, sementara kios atau lapak hanya 246, jadi sisanya kami siapkan nanti untuk teman-teman yang belum kebagian,” jelasnya.

Oleh karenanya, Kuncoro kembali melayangkan usulan anggaran pembangunan lanjutan. Harapannya dapat diakomodasi pada tahun ini. Anggaran yang diminta untuk merealisasikan itu sekira Rp 6 miliar. Sumbernya yakni dana tugas perbantuan Kementerian Perdagangan.

“Penambahan gedung untuk lapak baru kami proses pengusulan ke Jakarta, kami menunggu DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), itu keluar langsung kami bangun,” ungkapnya.

Atas dasar kepastian ini pulalah, proses relokasi mulai bisa dijalankan. Selain menertibkan pedagang, pasar ini juga diproyeksikan berkontribusi menaikan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi.

Koordinasi terkait relokasi pedagang itu juga terus dilakukan. Adapun tim koordinasi di antaranya camat Babulu, kepala desa, tokoh masyarakat, Danramil Babulu, dan Kapolsek Babulu, termasuk pedagang yang sudah setuju dnegan adanya rencana.

Tercatat sudah tujuh kali dilakukan rapat koordinasi. Terakhir dilakukan, Jumat (9/7/2021).

“Koordinasi jalan terus, ada timnya. Sosialisasi ke pedagang sudah, kami juga lakukan verifikasi dan pembenahan-pembenahan, kalau sudah siap kami lapor ke Bupati,” tutup Kuncoro. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: