ngopi

Boaz Datang, Lini Depan Borneo FC Kian Garang

Samarinda, nomorsatukaltim.comBorneo FC Samarinda akhirnya jadi pelabuhan anyar, Boaz Theofilus Erwin solossa. Boaz yang mengakhiri kerja sama dengan Persipura Jayapura hanya butuh waktu kurang dari dua pekan untuk merajut asa bersama Borneo FC.

Di perkenalkan secara live di kanal youtube Borneo FC. Boaz di dampingi manajem tim, Farid Abubakar bersama mantan pelatih juga rekan setim Boaz, Ponaryo Astaman yang kini menjabat sebagai Chief Operating Officer Borneo FC Samarinda.

Sebelumnya, beberapa hari terakhir santer tersiar kabar Boaz berlabuh ke PSM Makassar karena unggahannya di media sosial saat transit di Bandara Sultan Hasanuddin. Termasuk rumor ke Persebaya yang ikut mewarnai media sosial.

Usai penanda tanganan kontrak, Boaz mengatakan bahwa kembalinya ke Borneo FC murni karena komunikasi yang baik yang sudah terjalin sekian lama dengan para pemangku klub. Perah membela panji Borneo kala menjalani Piala Presiden 2018 lalu.

“Proses komunikasi yang baik antara saya dan presiden. Kita bicara ada dasar apa yang sudah terjadi. Akhirnya komunikasi yang terbangun itu membawa saya kembali kesini,” ujar mantan pemain Persipura itu.

Sementara itu, Ponaryo Astaman menjelaskan kembalinya Boaz adalah sebuah kejutan yang biasa terjadi di dunia sepak bola. Ketika sang pemain merespon permintaan sebuah klub. Yang tetap berdasar pada etika yang menjunjung tinggi sikap profesional. Termasuk status Boaz yang merupakan seorang ASN di Papua.

“Boaz adalah ikon. Ini sebuah kejutan, buian hanya manajemen tapi saya rasa semua insan bola merasakan hal yang sama. Itulah sepakbola. Peluang selalu terbuka dan bisa terjadi melalui pertimbangan etika profesional. Tidak mungkin kita komunikasi pperekrutan pemain ketika pemain berstatus kepunyaan klub. Komunikasi baik adalah kunci dapatkan jasa Boaz,” terangnya.

Ponaryo juga mengatakan bahwa sang pemain akan berseragam Pesut Etam selama dua tahun ke depan. Dengan beberapa catatan terkait status Boaz yang merupakan seorang ASN di Papua.

“Durasi kontrak 2 tahun. Dengan beberapa opsi pertimbangan, teruutama mengenai status PNS Bochi (sapaan Boaz) di Papua. Harapannya nanti di tahun kedua ada sudah ada titik terang,” imbuhnya. (frd/fdl)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply