Demi PON XX Papua 2020, Atlet Tinju Kaltim Perlu Pelatih

Samarinda, nomorsatukaltim.com– Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kaltim sudah memindahkan lokasi Training Camp (TC). Awalnya mereka berlatih di Loh Sumber Tenggarong. Kemudian dipindahkan ke Gedung Bahempas, Samarinda.

Pemindahan tersebut dilakukan agar mudah memonitor perkembangan atlet tinju Kaltim selama masa persiapan menuju PON XX Papua 2020.

“Kami jadi agak sulit memonitor latihan mereka kalau di Tenggarong, dan tentu saja tak bisa berkomunikasi secara langsung,” kata Manajer Cabor Tinju Kaltim, Ismail Bolong.

Demi mendapatkan hasil maksimal di Papua, Ismail sedang mengusulkan untuk penambahan pelatih. Ya, karena selama ini cabor tinju hanya mengandalkan Muhtar saja sebagai pelatih. Muhtar sendiri melatih tiga atlet tinju Kaltim yakni Rahman Manurung (81 kg), Alfian Manopo (49 kg) dan satu-satunya petinju putri, Jihan Mainong Marama (45 kg).

Penambahan pelatih ini tentu sangat diperlukan. Mengingat berdasarkan Association Internationale de Boxe Amateur (AIBA), mesti ada dua pelatih yang mendampingi atlet. Pelatih atas ring dan pelatih bawah ring. Selain penambahan pelatih, cabor tinju perlu lawan tanding selama puslatda.

“Kami usulkan menambah satu pelatih, yaitu Muhtar. Kemudian kami juga meminta penambahan tiga lawan tanding selama persiapan, yakni Hadista (45 kg putri), Nikolaus Ballu Lawing (49 kg) dan Hendrik Sukamto (81 kg),” tambah Ismail.

Ismail berharap usulan itu bisa diterima KONI Kaltim. Agar persiapan petinju Kaltim di pesta olahraga multievent empat tahunan terbesar di Indonesia tersebut bisa lebih maksimal. “Kalau untuk perlengkapan sarana latihan, Insya Allah sudah siap,” tegas Ismail mengakhiri. (frd/fdl)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: