PDAM Terus Dorong Digitalisasi

Kutim, nomorsatukaltim.com – Perkembangan teknologi kini rupanya jadi perhatian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim). Program digitalisasi layanan pun perlahan disiapkan untuk memanjakan pelanggan dengan layanan yang simpel.

Upaya digitalisasi itu diwujudkan dengan melihat berbagai peluang dan tantangan. Salah satunya yang teranyar adalah program Sistem Pelayanan Tagihan PDAM (Sipenagih). Namun sebenarnya tak hanya itu, ke depan bakal ada beberapa layanan yang akan disiapkan dengan cara digital.

Salah satu pembuat sistem pelayanan digital PDAM, Andi Palesangi mengatakan, sebenarnya ada beberapa peluang yang bisa membuat pelayanan PDAM semakin mudah. Karena selain meningkatkan pembayaran, warga juga kerap mengeluh. Seperti air yang tidak jernih dan kebocoran pipa. “Nah jika keluhan ini bisa ditampung dan segera diatasi tentu akan bagus buat PDAM,” ucapnya.

Misalnya, jika ada pelanggan yang mengeluh air ledeng mereka keruh. Mungkin secara digital bisa diberikan tips terkait pemakaian kaporit melalui ponsel yang milik warga. Begitu pula lokasi kebocoran pipa, maka petugas PDAM akan lebih cepat bergerak memperbaiki. “Dari permasalahan ini jika dapat diselesaikan dengan cara digital,” paparnya.

Hanya saja saat ini yang lebih dulu dijalankan dengan cara digital baru sistem Sipenagih ini. Tujuannya tentu memaksimalkan tagihan layanan air bersih. Sistem ini pun diklaim dapat memudahkan urusan pembayaran pelanggan. Apalagi beberapa bank juga sudah bekerja sama dengan PDAM terkait pembayaran pelayanan air bersih. “Karena bisa bayar melalui mobile bangking di ponsel. Jadi warga tidak perlu ke loket,” urai Andi Palesangi.

Sistem akan langsung membaca pemakaian air bersih pelanggan yang langsung masuk ke server. Selanjutnya server akan mengirimkan tagihan yang harus dilunasi warga. Dalam sehari bisa seribu pesan yang terkirim. “Namun kami prioritaskan untuk pelanggan yang sering menunggak terlebih dahulu,” bebernya.

Ia memastikan dirinya akan tetap melakukan pemantauan terhadap aplikasi ini. Evaluasi berkala akan terus dilihat untuk bisa meningkatkan performa sistem jika dirasa ada kekurangan. Seandainya sudah berjalan baik, baru dilanjutkan dengan menyiapkan sistem lainnya. “Kami juga akan ukur sejauh mana sistem ini mengurangi angka tunggakan tiap bulannya,” tandasnya. (bct)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: