Ruang Perawatan COVID-19 di Kutim Masih Mencukupi

Penanganan COVID-19 di Kutai Timur (Kutim) masih dalam kondisi terkendali. Termasuk mengenai ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit.

nomorsatukaltim.com – Tingkat hunian ruang perawatan sejauh ini masih tersisa cukup banyak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim, dr Bahrani Hasanal. Sejauh ini kebutuhan ruang perawatan masih cukup terpenuhi. Baik itu di RSUD Kudungga maupun di RS Medika yang merupakan rumah sakit swasta.

“Jadi tingkat ruang perawatan COVID-19 di RSUD Kudungga masih tersedia. Laporan yang saya terima sejauh ini baru terisi sekitar 60 persen,” ucap Bahrani.

Dari laporan yang diterimanya, pihak rumah sakit juga melakukan rease atau skrining kepada pasien. Untuk memastikan apakah pasien COVID-19 perlu penanganan perawatan di rumah sakit atau tidak. Oleh karena itu ketersediaan ruang perawatan masih cukup lowong.

“Karena dari aturan Kementerian Kesehatan, yang dirawat adalah pasien dengan gejala sedang dan parah saja,” tuturnya.

Sementara untuk pasien yang mengalami gejala ringan diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Baik di rumah atau di tempat karantina. Nantinya tim Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kutim yang akan mengawal pasien tersebut.

“Protap (prosedur tetap) memang seperti itu. Jadi kami melakukannya,” imbuhnya.

rs grafis

Namun ia memastikan, ruang perawatan dengan kapasitas 70 tempat tidur itu masih bisa bertambah, jika jumlah pasien yang perlu perawatan meningkat. Mulai menambah ruang sampai membuka tenda darurat sudah disiapkan.

“Semoga saja tidak perlu sampai melakukan itu. Tetapi untuk berjaga-jaga semua sudah disiapkan,” paparnya.

Sejauh ini, Kutim hanya memiliki satu orang dokter spesialis paru-paru. Dokter ini pula yang menangani pasien COVID-19 di RSUD Kudungga maupun RS Medika. Meski dirasa kurang, tapi dipastikan Bahrani perawatan pasien tidak terkendala.

“Tapi kami berikan arahan terkait protap yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” katanya.

Terpisah, Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Kudungga, dr M Yusuf membenarkan hal tersebut. Kini yang perlu mendapat perhatian hanya ruang unit perawatan intensif (ICU) pasien COVID-19. Karena harus berbagi dengan pasien penyakit lain, ruangan tersebut tidak dapat ditambah.

“Kalau mendesak bisa diupayakan dengan membuka tenda darurat,” ucap Yusuf.

Sejauh ini, secara keseluruhan Bed Ocupation Rate (BOR) di RSUD Kudungga masih mencukupi. Begitu pula dengan ketersediaan oksigen bagi pasien COVID-19. Sehingga ia memastikan walaupun ada peningkatan penularan, tapi situasinya masih terkendali.

“Komunikasi dengan tim satuan tugas COVID-19 Kutim juga selalu dilakukan. Jadi semuamasih aman,” tandasnya. (bct/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: