Nakes Kukar Tumbang, Diskes Kembali Rekrut Relawan

Kukar, nomorsatukaltim.com – Tumbangnya para tenaga kesehatan (nakes) juga terjadi di Kukar. Seperti di RSUD AM Parikesit Kukar, memerlukan tambahan relawan nakes.

Karena jumlah kasus di Tenggarong yang semakin meningkat. Sampai-sampai membuka tenda darurat untuk menampung antrean pasien yang belum mendapatkan ruang perawatan khusus COVID-19.

Diketahui, kasus aktif COVID-19 di Kukar memang terus melonjak. Rumah sakit pun mulai kelimpungan, karena harus mengutak-atik ruangan. Mengalokasikan ruangan untuk perawatan pasien COVID-19, salah satunya mengalihfungsikan dari ruangan pasien non-COVID-19.

Baca juga: Sejumlah Nakes Mulai Tumbang, 5 Puskesmas di Kubar Hentikan Pelayanan

Tentu dengan penambahan darurat fasilitas ruangan perawatan, juga perlu melakukan penambahan nakes yang melakukan treatment pada pasien COVID-19.

Penambahan jumlah relawan nakes, dianggap perlu oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kukar. Melihat mulai banyak nakes yang bertumbangan, lantaran ikut terpapar COVID-19 saat bekerja.

Positifnya garda terdepan penanganan COVID-19 ini, menambah daftar panjang jumlah pasien positif SARS-CoV-2 di Kukar. Otomatis harus istirahat dan isolasi sementara hingga dinyatakan negatif.

“(Penambahan nakes) Khusus untuk penanganan COVID-19, di Tenggarong utamanya,” ujar Kepala Diskes Kukar, Martina Yulianti, Jumat (16/7/2021).

Total sebanyak 150 relawan nakes yang bakal direkrut, dan ditempatkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) khusus COVID-19 di RSUD AM Parikesit Kukar, juga di RS Darurat Wisma Atlet Kukar di Tenggarong Seberang.

Meskipun untuk dua rumah sakit lainnya, yakni RSUD Dayaku Raja Kota Bangun dan RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (Abadi) Samboja pun mengalokasikan. Namun tidak sebanyak di Tenggarong.

Alokasi 150 relawan nakes yang akan direkrut oleh Diskes Kukar, terdiri dari dua profesi. Yakni untuk dokter umum dan tenaga perawat. Dua posisi ini dianggap sangat mendesak. Seiring penambahan kasus COVID-19 yang bergejala sedang dan berat terus memenuhi fasilitas kesehatan plat merah tersebut.

Dia pun tidak bosan-bosannya, untuk meminta masyarakat di Kukar untuk saling berempati. Serta memahami kondisi nakes di Kukar. Semakin banyak pasien bergejala sedang dan berat yang harus ditangani oleh nakes. Sedangkan nakes mulai terbatas jumlahnya.

Rumah sakit di beberapa daerah tetangga pun mulai dipenuhi masyarakat. Seperti Samarinda dan Balikpapan. Sehingga tidak bisa terus menambah ruang perawatan di samping jumlah nakes yang tidak memungkinkan.

Semua pihak diminta sama-sama bertanggung jawab untuk memutus mata rantai penularan. Masyarakat yang mencari uang untuk makan pun tidak dilarang berada di luar rumah, namun wajib waspada.

“Kita harus bisa bertanggung jawab agar tidak menularkan atau tertular, jangan sampai jadi media penular virus kepada orang lain,” tutup Martina. (mrf/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: