Camat Long Pahangai Imbau Warga Tak Buat Pemukiman di Tepi Sungai Mahakam

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Berkaca dari banjir besar akibat luapan Sungai Mahakam yang merendam 13 kampung pemukiman warga di Kecamatan Long Pahangai dua hari terakhir, Camat Long Pahangai, Lawing Ngau menghimbau agar kedepan warga tidak bermukim di bantaran Sungai Mahakam.

“Kedepan saya minta supaya masyarakat tidak membuat rumah (pemukiman) di bantaran Sungai Mahakam. Karena itu bisa membuat longsor. Bahkan saat banjir juga sangat berbahaya,” ungkapnya kepada Harian Disway Kaltim dan Nomorsatukaltim.com, Jumat (16/7/2021).

Menurutnya, memang 13 kampung yang ada di Kecamatan Long Pahangai sejak dahulu kala berada di bantaran Sungai Mahakam. Namun kata dia, scara perlahan, pemerintah akan mensosialisasikan agar warga secara sukarela pindah ke kawasan aman.
“Bantaran Sungai Mahakam harus dibuat jalur hijau. Saat ini Pemkab Mahulu sudah menganjurkan warga membuat rumah (pemukiman) disepanjang jalan poros darat,” ucapnya.
“Kawatir, arus deras saat banjir Sungai Mahakam, pemukiman di bantaran sungai jadi ancaman,” tukas Camat Lawing Ngau.

Hal itu kata Lawing Ngau, agar masyarakat aman dan terhindar dari banjir Sungai Mahakam. Menurutnya, sejak penghujung tahun lalu hingga kini, sudah dua kali banjir besar di Long Pahangai.
“Awalnya, penghujung tahun lalu, terjadi banjir bandang, meluap Sungai Pahangai. Sangat bersyukur tidak ada korban jiwa. Saat ini banjir Sungai Mahakam. Mengantisipasi korban jiwa, maka alangkah baik jika pemukiman warga pindah ke dataran tinggi,” bebernya.

Camat menegaskan, akses poros sebagai prioritas untuk warga Kecamatan Long Pahangai membuat pemukiman baru adalah, jaringan jalan poros Trans Kalimantan, penghubung Kecamatan Long Pahangai-Long Bagun-Long Apari. Poros itu berada di dataran tinggi.(imy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: