Sakit Hati Upah Tak Adil, Buruh di Paser Bunuh Rekannya Sendiri

Tiga Hari Buron, Diringkus di Balikpapan

Paser, nomorsatukaltim.com – Pelarian yang dilakukan R (35) berakhir. Setelah tiga hari buron, Jatanras Polres Paser dan Jatanras Polda Kaltim meringkus buruh bangunan ini di daerah Batakan, Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur, Kamis (15/7/2021) pukul 22.00 Wita.

R ditangkap setelah membunuh rekan kerjanya sesama buruh bangunan berinisial Y (35). Pelaku mengaku sakit hati, karena pembagian upah kerja tidak adil. Apalagi korban dinilainya bekerja sesuka hatinya saja.

Pada Senin (12/7/2021) lalu, korban menyuruh pelaku mengambil uang di ATM senilai Rp 500 ribu yang telah ditransfer oleh mandor.

“Korban menyampaikan, bahwasanya jatahnya Rp 200 ribu. Kemudian pelaku dan rekan kerja lainnya masing-masing Rp 150 ribu,” kata Kasat Reskrim Polres Paser, AKP Dedik Santoso SIK, saat konferensi pers di Mapolres Paser, Jumat (16/7/2021).

Merasa pembagian upah kerja tidak adil, pelaku pun protes. Menurut pengakuan pelaku, korban jarang bekerja dan ketika mandornya datang mengecek, barulah terlihat.

Kekesalan itu dirasakannya bukan hanya sekali, setidaknya sudah tiga kali. Sebelum-sebelumnya selalu mengambil jatah lebih banyak, dan tak pernah membelikan sembako untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kemudian tersangka dan temannya (inisial U) hanya diberikan mie instan. Karena itulah, pelaku ini merasa kenapa kerja seperti itu, cuma dikasih mie dan upah kerja Rp 150 ribu,” terang Dedik.

R kesal dan protes, keduanya cekcok. Kemudian pelaku mengambil palu jenis godam, dan menghantamkan ke bagian samping kepala korban. Y terjatuh, lalu diseret ke dalam area proyek tower yang dikerjakan, dengan posisi telungkup pelaku kembali memukul bagian belakang sebanyak tiga kali. Terakhir mengambil cangkul, lalu memukul pinggang bagian kanan.

“Kemudian mencoba menimbun (mengubur korban). Namun tak dalam, makanya tak menutup semua badannya. Saat ditimbun, korban masih kejang-kejang (sekarat),” tuturnya.

Kasat Reskrim bilang, tindakan pelaku bukan pembunuhan berencana. Karena peristiwa itu secara spontan yang didasari masalah pembagian upah kerja.

Usai menganiaya, pelaku pun mengajak teman kerjanya berinisial U untuk pulang. Sembari mengendarai motor korban jenis KTM dengan pelat KT 3234 EK menuju Jalan Noto Sunardi. Tiba – tiba setop, dan melanjutkan menuju Terminal Bus Kilometer 7 dengan ojek.

Masih di hari yang sama, pelaku melarikan diri ditemani rekan kerjanya ke Balikpapan. Sesampainya di Kota Minyak, keduanya berpisah, U ke Kampung Timur dan pelaku ke daerah Batakan, Kelurahan Manggar.

Sebagai catatan, jasad Y ditemukan satu hari setelah kejadian. Ditemukan sudah dalam tak bernyawa. Selasa (13/7/2021) pukul 09.00 Wita, Polres Paser mendapatkan laporan dari warga. Seketika langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Usai pengembangan kasus, diketahui pelaku melarikan diri ke Balikpapan. Alhasil pencarian dilakukan, sambil melibatkan bantuan Polda Kaltim. Lebih dulu U didapati berada di Kampung Timur. Kemudian dikembangkan hingga diketahui pelaku berada di Batakan.

Saat diringkus, Kamis (15/7/2021) pukul 22.00 Wita, pelaku tengah bersembunyi di rumah temannya. Dan saat diciduk tak melakukan perlawanan.

“Saat dilakukan penangkapan, pelaku menyadari dan mengaku, bahwa melakukan pembunuhan,” beber Dedik.

Diinformasikan, ketiganya telah bekerja selama dua pekan. Pelaku sendiri sesuai identitas beralamat di Samarinda. Ke Kabupaten Paser dan jadi buruh bangunan berdasarkan ajakan dari korban yang berdomisili di Kecamatan Tanah Grogot.

Untuk keterlibatan rekan kerja pelaku, dikatakan Dedik, untuk sementara masih pemeriksaan. Adapun barang bukti (BB) yang turut diamankan, yakni cangkul, palu godam dan sepeda motor.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara, atau Pasal 351 ayat (3). (asa/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: