COVID-19 Tinggi, PMI Samarinda Ambilalih Penanganan Jenazah 

Samarinda, nomorsatukaltim.comSebuah informasi tentang antrean jenazah COVID-19 yang belum dimakamkan tersebar di aplikasi pesan singkat. Kabar itu menyebut ada 5 dari 20 peti jenazah yang belum dimakamkan pada Selasa (13/7) malam. 

Pesan yang disertai gambar yang menampilkan jejeran peti jenazah itu, tak menyebut sejak kapan jenazah-jenazah tersebut tertunda dimakamkan.

Si pengirim pesan, menuliskan bahwa lima jenazah yang ia maksud berada di lima rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Samarinda. Ia mempertanyakan alasan keterlambatan proses pemulasaran terhadap jenazah yang meninggal saat berjuang melawan ganasnya COVID-19.

“Ada apa dengan tim pemulasaran BPBD Samarinda?” tanyanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Ifran. Koordinator Tim Pemulasaran Satgas COVID-19 Samarinda itu mengatakan terhitung sejak Selasa (13/7) kemarin, proses pemulasaran jenazah sudah diserahkan kepada tim pemulasaran Palang Merah Indonesia (PMI) dan para relawan.

Keputusan itu, katanya berdasarkan kebijakan pemerintah kota dan Satgas COVID-19 Samarinda yang diambil pada rapat sehari sebelumnya.

“Itu sudah ditangani PMI, kami sudah tidak menangani. Karena relawan dan PMI bersedia untuk menangani. Itu hasil rapat kemarin. Sejak hari ini PMI yang bertanggung jawab. BPBD support saja,” ujarnya, malam kemarin.

Anggota tim pemulasaran dari PMI Samarinda, Muhammad Wahyudi membenarkan adanya take over penanggungjawab pemulasaran jenazah COVID-19 tersebut.

“Ya kita sudah koordinasi tadi, diminta oleh pemerintah kota Samarinda, untuk mengambil alih pemulasaran jenazah COVID-19 di Samarinda,” katanya diwawancara melalui sambungan telepon, Selasa (13/7).

Ia menyebut, anggota dan relawan pemulasaran di bawah komando PMI terdiri dari 15 personil. Yang mulai bekerja pada Selasa siang. Sekitar pukul 14.00.

Namun, Muhammad Wahyudi membantah ada keterlambatan pemulasaran jenazah, Selasa (13/7) kemarin. Menurutnya, pihaknya dalam standar kerja, ketika tim pemulasaran mendapat informasi dan data, maka akan segera dimakamkan.

“Oiya ini kita jam 11 memang akan ada pemakaman lagi. Ini kita sedang persiapkan untuk memakamkan jenazah yang belum dimakamkan,”

“Yang sudah kita makamkan hari ini ada tujuh. Rencana trip kedua ada tujuh lagi. Total 14 hari ini,” singkat Wahyudi.

Direktur RS IA Moeis Samarinda, Syarifah Rahimah mengatakan penjemputan jenazah yang meninggal karena COVID-19 di rumah sakit milik Pemkot Samarinda itu telah berjalan sesuai jadwal trio penjemputan.

“Hari ini sudah ada trip 1 menjemput jenazah. Biasanya penjemputan ke RS IA Moeis, memang satu trip per hari. Dan hari ini tidak ada perubahan,” terangnya. *DAS/YOS 

 

 

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: