Taufiqulrahman: Teman Curhat Pedagang

Di masa sulit ini, hampir tidak ada kelompok masyarakat yang tidak mengalami kesulitan. Namun upaya membesarkan hati masyarakat harus dilakukan agar tidak putus asa. Optimisme inilah yang disebarkan Taufiqulrahman.

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Salah satu cara yang dilakukan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, ialah dengan berkeliling, menyambangi para konstituen di Balikpapan Barat.

Bekas antivis antikorupsi itu semakin giat turun ke jalan mendengarkan aspirasi masyarakat. Sebagai Ketua LPM Baru Ilir, Taufiqulrahman ingin mendengar curhatan warga. Sekaligus mengetahui kondisi para pemilihnya.

“Jadi kita tiap hari keliling ini. Karena bagaimanapun saya tetap abdi masyarakat,” ujar Taufiqulrahman, Minggu (10/7/2021).

Saban hari menemui masyarakat dengan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda-beda, untuk mengedukasi masyarakat di daerahnya agar taat protokol kesehatan (prokes).

Dia menyebut, terdapat sekitar 63 RT di Baru Ilir yang kini tengah berupaya meminimalisir penyebaran COVID-19. Menurutnya keunikan masyarakat di Baru Ilir adalah karakteristik warganya yang didominasi para pekerja dan pedagang. “Kita ini terbiasa gotong royong,” katanya.

Selain mengedukasi, Taufiqulrahman mengaku juga menerima berbagai saran dan masukan, sebagai umpan balik dari masyarakat. Utamanya terkait penerapan berbagai kebijakan yang dibuat pihak eksekutif saat ini. “Karena saat ini memang penerapannya skala mikro. Semua orang di pemukiman di kampung-kampung mesti dilibatkan,” ujarnya.

Dengan adanya kebijakan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kata dia, maka tak sedikit warganya yang terdampak. Berbagai keluhan dan curhatan diterimanya sebagai bentuk aspirasi rakyat. “Kita berusaha agar kebijakan PPKM di tingkat kecamatan dan kelurahan berjalan seperti yang disampaikan Pak Wali Kota. Tapi kalau bisa, masyarakat ini dibantu,” katanya.

Berdasarkan hasil bincang-bincang dengan warganya, Taufik menyebut warga sangat terdampak dari sisi ekonomi. Misalnya warga yang biasa berdagang dan berjualan pada malam hari di sekitaran Lapangan Poni, Jalan Letjen Soeprapto, akhirnya memilih libur dulu untuk mencari nafkah.  “PPKM yang sekarang ini diperketat waktunya, tutup jam 5 sore, kasihan mereka (para warga),” katanya.

Taufik Si Putra Kilat, begitu namanya dikenal warga Baru Ilir, merupakan politisi yang cukup vokal dalam menyuarakan aspirasi warganya. Pria kelahiran Balikpapan 1980 itu mengaku terjun dalam dunia politik lantaran tergugah atas kondisi masyarakat khususnya di daerah Jalan Kilat dan seputan Balikpapan Barat. Di mana pembangunan masih belum merata. “Saya lahir dan besar di sini. Setiap hari berinteraksi dengan masyarakat. Sebenarnya kultur budaya di sini menarik dan punya nilai,” katanya.

Menurutnya secara geografis kawasan Baru Ilir menjadi sentral ekonomi masyarakat di Balikpapan Barat. Karena adanya Plaza Kebun Sayur, Pasar Impres dan Pasar Pandansari.

Sehingga hanya perlu sedikit dorongan dari pemerintah maupun stakeholder terkait untuk mengangkat sisi lain keunikan kultur dan budaya masyarakat sekitar yang sudah mengakar. Bisa dari seni budaya dan pengembangan dari sektor ekonomi kreatif. “Uniknya itu kita di sini selalu gotong royong dan menjadi budaya. Masyarakatnya selalu berfikir bagaimana kita bisa berusaha. Banyak pengusaha (pedagang),” terangnya.

Dalam kesempatan lain, Taufik sering menyebut bahwa selama ini pembangunan infrastruktur di lingkungan dan pemukiman warga terus berjalan, seperti keluhan warga terkait penerangan jalan umum (PJU), dan sambungan baru PDAM. “Kami akan membangun program destinasi kuliner dan pembinaan PKL, jalur jogging di sekitar Pasar Kebun Sayur dan WiFi corner untuk anak-anak belajar,” saat reses beberapa waktu lalu.

Untuk saat ini, ia menyebut baik eksekutif maupun legislatif memprioritaskan penataan PKL dan meningkatkan ekonomi masyarakat Balikpapan Barat dengan cara penataan berbagai kebijakan UMKM melalui pembahasan Perda Halal dan pengaturan dasar hukum PKL.

Hal itu penting baginya lantaran kebijakan pemkot dan produk payung hukum yang jelas, akan berdampak pada perwajahan Balikpapan Barat di masa depan. Targetnya 2024 semua cita-cita itu sudah tercapai.

“Jika bisa diwujudkan, itu bakal luar biasa. Ada destinasi di Balikpapan seperti layaknya kawasan Malioboro di Yogyakarta,” tukasnya. *RYN/YOS

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: