Stok Hewan Kurban di PPU Masih Aman

PPU, nomorsatukaltim.com – Sepekan sudah tim pengawas Dinas Pertanian (Distan) PPU bergerak. Turun ke peternakan-peternakan lokal, pun ke lapak-lapak pedagang hewan kurban. Untuk menilai dari sisi kelayakan dan kesehatannya.

Dalam kesempatan itu pula, 30 orang dalam tim gabungan itu melakukan monitoring stok hewan yang ada di Benuo Taka. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Arief Murdiyanto menjelaskan perhitungan dilakukan dengan antemortem atau pengumpulan data.

Untuk binatang sapi, jumlahnya ada 478 ekor dan 430 ekor kambing. Tersebar di seluruh PPU. Jumlahnya diyakini akan terus bertambah menjelang perayaan Iduladha 20 Juli 2021 mendatang.

“Pemantauan stok dan pemeriksaan di Kecamatan Babulu ada 225 ekor sapi 410 ekor kambing, dari 7 titik. Di Kecamatan Penajam ada 160 ekor sapi, dari 3 titik. Untuk Kecamatan Sepaku ada 93 ekor sapi dan 20 ekor kambing, dari 9 titik. Ini sementara, data dinamis sampai hari H pengamatan,” jelasnya, Minggu, (11/7/2021).

Dengan jumlah yang ada dari sementara ini, sebenarnya belum bisa dinyatakan stok aman. Apalagi jika berdasarkan perkiraan kebutuhan tahun sebelumnya. Pada 2020 lalu, pemantauan pemotongan hewan kurban dilakukan pada 356 titik. Dengan total 904 ekor sapi dan 213 ekor kambing.

Itu setara 100,02 ton daging sapi dan 2,88 ton daging kambing. Jumlah itu terjadi peningkatan banding 2019. Saat itu total pemotongan ada 745 ekor sapi dan 182 ekor kambing dari 333 titik pantau.

kurban2

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU Arief Murdiyanto (kanan) saat melakukan pemantauan hewan kurban di salah satu titik. (Istimewa)

“Untuk menghitung kebutuhan, kita berpatokan pada tahun lalu. Untuk antisipasi demand atau kebutuhan tahun ini, minimal sama dengan tahun lalu, ataupun lebih. Karena berdasar data dua tahun terakhir terjadi kenaikan,” ungkap Arief.

Kendati begitu, kebutuhan ritual umat Islam tahun ini tetap bisa disebut aman. Melihat dari data di atas, yang jumlah tahun ini baru dihimpun dari 19 titik yang ada dan masih terus dilakukan. Itu saja sudah memenuhi sekira 50 persen rata-rata kebutuhan.

“Titik pemantauan pemotongan yang akan dilakukan nanti relatif sama. Hanya kadang ada titik yang tahun lalu potong, tahun ini absen atau sebaliknya. Tahun lalu tidak potong tapi tahun ini potong. Jadi sama saja. Ada 300an titik,” jelasnya.

Titik-titik yang akan ditinjau itu di antaranya tempat-tempat ibadah seperti musalla, masjid dan langgar. Di sana yang rata-rata stabil melakukan pemotongan.

Jadi berdasarkan data-data itu, bisa dipastikan tahun ini jumlah stok hewan kurban masih kondusif. Adapun selain bersumber dari ternakan lokal, sebagian besar hewan juga berasal dari luar daerah. Terutama dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Terus didatangkan para pedagang.

Untuk pemeriksaan kelayakan dan kesehatan sendiri, semua diklaim aman.

“Alhamdulillah sehat namun tetap kita pantau terus pergerakannya sampai ke konsumen. Untuk dokumen-dokumen pemasukan sejauh ini tidak masalah. Kita juga selalu koordinasi dengan Balai Karantina Balikpapan,” tutup Arief. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: