Pintu Masuk Tenggarong Ditutup Total Satgas COVID-19 Kukar

Ingin Masuk Wajib Swab Antigen Terlebih Dahulu

Kukar, nomorsatukaltim.com – Langkah tegas mulai diambil Tim Satgas COVID-19 Kukar. Pada hari kedua pengetatan PPKM semi darurat yang dilakukan oleh tim satgas, terpantau jalan masuk di Pos Penyekatan depan pintu masuk RSUD AM Parikesit Kukar, Tenggarong Seberang ditutup total. Memastikan mobilitas kedatangan masyarakat dari luar Kukar dibatasi.

Ini dilakukan lantaran dugaan adanya penyebaran virus corona varian delta mulai memasuki Kaltim khususnya di Samarinda, yang memang berbatasan langsung dengan Kukar. Sehingga memaksa masyarakat yang tanpa berkepentingan di Kukar untuk memutar balik kendaraannya kembali ke arah Samarinda. Akan dilakukan full pada akhir pekan, dan segera melakukan evaluasi.

Ditakutkan, penyebaran varian delta ini semakin meluas hingga memasuki Kukar. Karena diketahui varian ini memiliki tingkat penyebaran yang cepat dan mudah, serta memiliki dampak perburukan yang kuat.

“Penjagaan tetap dilakukan terus, hasil dari koordinasi kita, harus dilakukan pengecekan. Dari arah Samarinda yang mau masuk harus lewat wisma atlet, untuk diambil swab antigen,” ujar Koordinator Utama Satgas COVID-19 Kukar, Letkol (Inf) Charles Alling pada Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com, Minggu (11/7/2021).

DA7F7AE7 BACB 4674 920A 3EB362227DDC

Antrean masyarakat untuk mengambil swab antigen agar bisa melewati dan masuk ke Tenggarong (Ist)

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Alling mengatakan saat ini kondisi antrian wisma atlet di Tenggarong Seberang dipenuhi masyarakat, yang menunggu giliran diambil swab antigen. Baik itu yang memiliki alasan penting untuk memasuki Kukar, entah itu memang untuk bekerja dan alasan emergency lainnya. Benar saja, dari puluhan orang yang diperiksa, didapati ada yang menunjukkan hasil positif.

Alling menjelaskan, langkah tegas dan cepat ini harus diambil. Mengingat jumlah kasus COVID-19 di Kukar sudah sangat mengkhawatirkan. Baik itu tempat isolasi Wisma Atlet Kukar yang mulai penuh sesak yang masyarakat yang menjalani karantina. Begitupun dengan kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) khusus COVID-19 di RSUD AM Parikesit Kukar yang mengular hingga keluar ruangan.

Ini pun dijelaskan Alling sebagai penyamaan persepsi terkait penanganan yang sama dengan beberapa daerah lain yang berdekatan dengan Kukar. Memastikan mobilitas masyarakat selama dua pekan ke depan bisa ditekan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan COVID-19 di Kukar.

“Program dan upaya kita ini tidak bisa instan, dampaknya baru terlihat 1-2 pekan ke depan. Varian delta sudah ada di sekitar kita, mau gak mau harus diantisipasi,” lanjut Alling.

Terkait hasil swab antigen yang ditemukan positif, maka yang bersangkutan langsung dilakukan penanganan dengan isolasi di wisma atlet. Meskipun kondisi wisma saat ini sedang penuh dan tidak baik-baik saja. Karena tingginya lonjakan lonjakan kasus dalam sepekan terakhir.

Bahkan ia pun mulai mempersiapkan segala kebutuhan yang bisa membantu Dinas Kesehatan (Diskes) Kukar. Seperti menyiapkan tenda dan bed untuk menambah jumlah fasilitas perawatan dari Makodim 0906/Kukar

“Ketika punya fasilitas yang representatif untuk isolasi mandiri ya oke, kalau tidak punya lebih baik pasien ke wisma saja,” pungkas Alling.

Diketahui, Kukar mulai menerapkan PPKM semi darurat. Ditandai dengan kembali mendirikan pos penyekatan dan pos terpadu di pusat Kecamatan Tenggarong. Di antaranya Pos Penyekatan depan pintu masuk RSUD AM Parikesit Kukar, Tenggarong Seberang dan Pos Penyekatan simpang tiga Patung Lembuswana yang berbatasan langsung dengan Kukar.

Upaya ini dilakukan agar bisa memberikan dampak psikologis kepada masyarakat. Agar memahami kondisi Kukar yang sedang tidak baik-baik saja. Karena penyebaran kasus COVID-19 yang semakin meluas dan memasuki fase gelombang kedua. (mrf/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: