Ajang Duta Budaya PPU Ditunda, Ini Alasannya

PPU, nomorsatukaltim.com – Ajang Duta Budaya Penajam Paser Utara (PPU) ditunda. Pasalnya peserta sedang menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi COVID-19. Belakangan diketahui, ada salah seorang peserta yang teridentifikasi terpapar Sars-CoV-2 ini.

Adapun kebijakan itu diambil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menindaklanjuti adanya surat edaran bupati dalam rangka penegasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Alhasil, Pemilhan Duta Budaya Bujang Song dan Ngelok Bawe Benuo Taka 2021 ditunda sementara.

“Ya, penundaan juga kaitan ada yang positif menunggu hasil detail swab ulang dan PCR serta juga memperhatikan edaran Bupati PPU,” kata Kabid Kebudayaan dan Produk Pariwisata Disbudpar PPU, Christian, Kamis (8/7/2021).

Ia menegaskan, kegiatan hanya ditunda bukan dibatalkan. Sembari menunggu hasil keterangan kesehatan yang lebih detail terhadap seorang peserta putri yang hasil rapid antigennya positif tadi. Di mana akan dilanjutkan dengan PCR swab pada pekan depan. Itu juga berlaku dengan peserta perempuan lainnya akan di-swab ulang.

Jadi sampai saat ini, sambungnya, kegiatan memang belum dimulai. Hanya dikumpulkan di awal dengan prokes seperti lebih dahulu mencuci tangan sebelum masuk area acara, menjaga jarak, memakai masker dan menggunakan hand sanitizer.

Dinas, tambahnya, memfasilitasi transportasi ke tempat uji rapid antigen. Tas peserta pun belum masuk ke kamar karantina. Setelah hasil rapid antigen didapat ada satu peserta positif, kemudian dijemput oleh keluarganya sendiri guna karantina mandiri dan melakukan tes lanjutan PCR swab pada Jumat (9/7/2021).

“Sebagaimana arahan awal Kepala Disbudpar ketika itu, kegiatan akan dilaksanakan setelah didapat hasil rapid antigen dari Puskesmas Penajam yang ditunjuk,” ujar Christian.

Terkait penundaan, akan mulai kembali dievakuasi setelah 20 Juli nanti. Saat masa PPKM dalam edaran bupati berakhir. Semisal saja edaran itu diperpanjang, maka penundaan juga akan diperpanjang.

Sementara itu, berhubungan dengan kondisi saat ini, untuk kegiatan lainnya Disbudpar masih memikirkan langkah selanjutnya. Bila memungkinkan, kegiatan baru dilanjutkan.

“Selain itu juga seandainya kegiatan fisik tidak memungkinkan maka tidak lantas kegiatan dihentikan masih ada alternatif lain secara online/virtual,” sebutnya.

Ajang ini sendiri sudah berlangsung semenjak persiapan dengan pendaftaran online sejak awal hingga akhir Juni 2021 kemarin. Tahap awal pendaftaran. Ada 10 orang putra 20 peserta putri menjadi pesertanya. Rencana awal, seleksi tahap selanjutnya pada 28 Juni 2021.

Adapun mentor yang didatangkan merupakan profesional di bidang masing-masing. Berasal dari kalangan seniman tari, vokal dan musik daerah dan lain-lain termasuk dari pemerintah daerah, juga UPT Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Kemendikbud Ristekdikti Regional Kalimantan di Samarinda,

“Dari kegiatan seleksi didapatkan delapan pasang peserta putra putri yang akan mengikuti pendalaman materi serta pemutaran film sejarah. Bahkan karantina pada 5-8 Juli 2021 akhirnya ditunda,” pungkas Christian. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: