70 Persen Hewan Kurban di Paser Dipasok dari Kalsel hingga NTB

PASER, nomorsatukaltim.com – Iduladha 1442 Hijriah kurang dua pekan lagi, yakni Selasa (20/7/2021) mendatang. Perlahan pedagang musiman hewan kurban mulai bermunculan, begitu dengan masyarakat maupun kelompok jauh-jauh hari telah melirik hewan yang akan dikurbankan.

Seperti di Kabupaten Paser. Selain lokal, pasokan sapi juga banyak dari luar daerah di Kaltim, di antaranya Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak tanggung-tanggung sekira 70 persen yang didatangkan.

Namun secara pasti, instansi terkait masih terus melakukan pendataan. Jika melihat ketersediaan pasokan hewan kurban pada Iduladha 1441 H lalu sebanyak 957 ekor, sekira 670 ekor di antaranya dipasok dari luar daerah.

“Semuanya sapi, baik jenis Bali maupun Limosin. Kalau ketersediaan lokal hanya 30 persen,” kata Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bowono melalui Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan, Muhriani, Kamis (8/7/2021).

Untuk kesehatan hewan kurban, pihaknya menjamin tak bakal ada masalah, baik sapi lokal maupun dari luar Kabupaten Paser. Khusus yang didatangkan dari luar daerah, pihaknya memastikan dalam kondisi laik dikurbankan.

“Biasanya yang didatangkan dari luar daerah sudah ada surat keterangan kesehatannya. Juga sekira dua atau tiga hari sebelum penyembelihan hewan kurban, kami mendatangi peternak, melihat dan memastikan kesehatannya. Ya, hanya melihat dari penampakan fisik sapi itu,” terang Muhriani.

pemprov iduladha

Bahkan saat pelaksanaan penyembelihan kurban, petugas penyuluh lapangan (PPL) akan datang dan melihat pemotongan, baik yang dilakukan di lingkungan warga.

“Dan saat pemotongan (kurban) di kecamatan ada petugas kami yang mengawasi, memastikan tidak ada cacing pita. Dalam artian dalam kondisi hewannya sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Djoko Bowono mengharapkan penyembelihan kurban dapat dilakukan di rumah potong hewan (RPH), karena dipastikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan dijamin higienis. Ia bilang, penjualan maupun pemotongan hewan perlu menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Untuk di RPH satu ekor sapi itu sekira Rp 60 ribu dan kambing Rp 30 ribu. Saat ini perorangan sudah ada yang mendaftar untuk menyembelih di RPH, permintaan dari kelompok (organisasi) baru empat,” tandas Djoko.

Sebagai catatan, harga sapi kurban di Kabupaten Paser bervariasi, semua tergantung bobot dan jenis. Untuk jenis sapi Bali dibanderol mulai Rp 12 juta hingga Rp 21 juta, Limosin dan Brangus berkisar Rp 30 juta sampai Rp 35 juta.

Beberapa yang harus diperhatikan dalam memilih hewan kurban sesuai syariat Islam. Yakni, secara fisik dilihat dari gerakannya mampu berdiri tegak, bagian pada lubang alami tidak terdapat cairan yang keluar, misal dari telinga, hidung, mulut dan anus.

Pada sapi, lihat juga, bulunya mengkilat, licin tak ada keluar keringat darah. Kemudian perhatikan tubuh lainnya, tidak ada luka ataupun cacat. (asa/zul)

iduladha dprd kaltim
Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: