Samarinda PPKM, Borneo FC Tunda Uji Coba

Samarinda, nomorsatukaltim.com– Rencana laga uji coba Borneo FC harus dijadwal ulang. Karena menyesuaikan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh Pemkot Samarinda hingga 20 Juli nanti.

Sedianya skuat Borneo FCakan menjalani dua laga uji coba untuk panaskan mesin jelang kick-off Liga 1 musim 2021. Manajemen Pesut Etam atas masukan tim pelatih sudah memberikan lampu hijau. Bahkan lawan yang di pilihpun sesama peserta Liga 1.

Tujuannya agar semua pemain mendapat pengalaman tanding dengan tensi tinggi. Tapi lagi-lagi rencana itu urung terlaksana akibat pandemi dengan PPKM-nya.

Sebelumnya sudah ada nama klub yang menjadi target lawan tanding Hendro Siswanto Cs. Salah satunya berasal dari Pulau Jawa. Tapi malah di Jawa Tengah genting penanganan pasien COVID-19. Alhasil, kemungkinan besar uji coba hanya bisa dimainkan melawan tim lokal.

Paling memungkinkan adalah melawan tim sepak bola PON Kaltim. Yang sedang membutuhkan lawan berat demi matangkan persiapannya menuju PON XX di Papua, Oktober 2021 nanti. Selain itu ada beberapa klub peserta Liga 2 yang ada di Kaltim.

“Kita mau lakukan laga uji coba sebenarnya, tapi karena sedang diberlakukan pembatasan maka kita pending dulu. Paling usai PPKM di atas tanggal 20 Juli nanti,” terang Manajer Tim Borneo FC, Farid Abubakar.

Pesut Etam baru saja memulai latihan pada Selasa lalu (6/7), usai jeda karena karena kompetisi dimundurkan. Kembalinya latihan tentu jadi satu-satunya cara agar tetap menjaga dan menyegarkan emosi pemain dari kejenuhan. Mengingat penantian panjang gelaran kompetisi. Padahal sebelumnya tim pelatih bersama pemain sudah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk mematangkan skuatnya.

“Jelas. Beragam tanggapan ya, mereka taunya nanti terus ditunda lagi bulan depan lagi. Bagaimana sih ini, dan lain-lain. Sementara manajemen sendiri mesti menunggu keputusan operator dan PSSI kapan liga dimulai,” tandasnya.

Persoalan mundurnya kompetisi memang tidak hanya membuat pemain merasa jenuh dan bosan. Lebih dari itu paling krusial adalah tanggung jawab manajemen terkait finansial berupa gaji pemain yang wajib di keluarkan setiap bulan. Termasuk akomodasi dan kebutuhan lainnya.

Yang jelas akibat dari mundurnya kick-off menimbulkan kerugian besar sebuah tim. Dari psikis pemain, akomodasi, gaji dan biaya lainnya yang harus di keluarkan manajemen. Walaupun, Borneo FC dikenal sebagai klub yang lebih mengedepankan suasana kekeluargaan.

“Alhamdulillah kalau di Borneo FC ini mengedepankan sistem kekeluargaan ya. Ada masa-masa kita bersama pemain menghibur diri dengan kegiatan seperti bakar ikan, main tenis meja dan lainya,” pungkasnya. (frd/fdl)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: