RSUD Beriman Balikpapan Tutup Sementara, Diskes: Semua RS Penuh

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Juru Bicara Satgas COVID-19 Balikpapan Andi Sri Juliarty menerangkan Balikpapan sudah memenuhi indikator penerapan PPKM Darurat. Salah satunya tingkat keterisian tempat tidur di seluruh rumah sakit di Balikpapan yang berada di angka 100 persen.

“Selama dua pekan ini kita sudah melewati semua indikator itu,” sebutnya.

Semua layanan pasien COVID-19 di rumah sakit di Kota Beriman bahkan sudah penuh. Kemudian tingkat kematian juga meningkat. Tenaga medis juga banyak terpapar. Dia menyebut perkiraan tenaga medis yang kini menjalani masa isolasi mandiri berkisar 50 orang. Baik itu di tempat-tempat yang sudah ditentukan atau isolasi mandiri di rumah.

“Jadi sudah terjadi ketidakseimbangan antara kecepatan kasus penularan positif di tingkat masyarakat dengan kecepatan rumah sakit mengkonversi kamar-kamarnya,” urainya.

Selain itu tingkat Bed Occupation Rate (BOR) sudah berada di angka 100 persen. Maksudnya, pasien yang butuh penanganan di rumah sakit sekarang harus antre. Harus bergiliran untuk menerima perawatan. Asumsinya, satu pasien keluar, jeda beberapa jam ada lagi yang masuk.

Tingkat kematian kasus positif COVID-19 di Balikpapan juga sudah melampaui rasio ambang batas indikator PPKM Darurat. Selalu diatas 3. Yang paling menonjol beberapa waktu lalu.

pemprov iduladha

“Sampai 19 dan 20 kasus meninggal. Jadi kelihatan sekali pergerakannya, dari tidak ada, menjadi 2, 5, 6, kemudian 11, 19, 20,” urai Sri.

Upaya penambahan pelayanan pasien COVID-19 terus dilakukan. Salah satunya renovasi RSUD Beriman Balikpapan yang bakal menambah ruang dan tempat tidurnya. Perbaikan di RSUD Beriman bukan menjadikan rumah sakit milik pemkot itu sebagai RS khusus COVID-19. Tetapi untuk meningkatkan pelayanan saja.

“Ini dalam tiga hari Ibu Ratih (dirut) bilang bisa menambah 20 tempat tidur lagi. Jadi ruang Gaharu di RSUD itu untuk pelayanan covid,” katanya.

Untuk saat ini rekrutmen tenaga media di RSUD Beriman baru mendapat dua tambahan tenaga kerja. Sementara Diskes disebut bakal membantu proses rekrutmen tenaga medis. Bahkan TNI dan Polri pun akan membantu tenaga perawat. Sama seperti di Embarkasi Haji. Di sana sudah dibantu satu tim tenaga medis dari TNI. (ryn/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: