Sariman: Harapan Sektor Pangan di PPU

Dari sekian banyak isu yang berkembang di Penajam Paser Utara (PPU), tak bisa dipungkiri pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi urutan teratas. Menjadi hal yang paling banyak diperbincangkan masyarakat Benuo Taka.

Penajam, nomorsatukaltim.com – Berbagai hal menjadi fokus diskusinya. Mulai realisasi pembangunannya, waktu dimulainya, hingga analisis dampak positif dan negatif dengan adanya rencana itu. Khususnya yang akan terjadi di wilayah Kecamatan Sepaku. Lokasi ditetapkannya pusat pemerintahan negara yang baru.

Terlepas dari itu semua, Sariman lebih fokus berbicara soal persiapan sumber daya manusia (SDM) lokal. Sebagai anggota DPRD PPU daerah pemilihan (dapil) Sepaku, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini konsen berbicara mengenai itu.

“Kita harus sama-sama mengakuinya. Kualitas SDM kita berbeda dengan yang di Jawa. Jadi saat mereka sudah menjadi SDM yang unggul, jadi atau tidak IKN itu, mereka akan tetap dapat untung,” ucapnya.

Baginya, jadi atau tidak rencana itu, dalam waktu dekat ataupun dalam waktu jauh wacana itu terjadi, kesiapan masyarakat setempat tetap harus tumbuh.

Pun, berbicara pengembangan SDM ini sangat luas. Menurutnya, mereka bisa mengikuti pelatihan-pelatihan yang disediakan banyak lembaga pelatihan. Termasuk yang digelar kelurahan/desa di PPU.

“Meskipun lokasinya ditetapkannya di Sepaku, tapi warga di wilayah manapun di PPU akan kebagian manfaatnya. Asalkan mereka punya alat untuk mengambilnya,” jelasnya.

Banyak sektor yang akan terbuka dengan adanya kemajuan itu. Industri, perumahan dan pangan. Semua hal itu bisa diraih sesuai dengan potensi diri yang sudah ada.

“Ada yang ahli di bidang sipil, bisa andil dalam hal pembangunan. Begitu juga dalam hal lainnya. Semua sektor dan turunannya pasti membutuhkan SDM yang sangat banyak,” katanya.

Buat Sariman, ada satu sektor yang sangat menarik perhatiannya. Yaitu sektor pangan. Dari sisi terkecil, masyarakat sudah mulai bisa mengembangkan diri sendiri dalam hal pertanian.

Pria kelahiran 22 Maret 1973 ini sangat mengenal kearifan lokal masyarakat Benuo Taka. Tak sedikit dari mereka yang ahli dalam hal itu.

“Nah, tinggal diarahkan saja. Gali informasi apa kebutuhan pangan masyarakat nanti. Mulai kebutuhan pokok, sayur-sayuran dan lainnya,” ujarnya.

Namun, ia akui hal itu tak mudah untuk diraih. Perlu satu dorongan nyata dari semua pihak. Jelasnya saat ini sangat sulit untuk terjadi. Masalah pandemi COVID-19 dianggap menjadi dalihnya.

Tak patah arang. Saking mengenalnya ia dengan warga lokal, Sekretaris Komisi I DPRD PPU ini punya cara tersendiri. Yaitu melakukan pendekatan humanis, persuasif pada masyarakat.

“Saya suka berkebun. Saya menunjukkan itu dan mengajak warga sekitar. Apa yang bisa saya tanam, saya lakukan. Kadang saya juga ajak mereka pada saat panen buah,” ungkapnya.

Bicara soal sektor pertanian juga luas. Ada peternakan dan perikanan di bawahnya. Hal itu menurutnya juga masih bisa dilakukan secara mandiri memanfaatkan pekarangan yang ada.

Dari situ, keahlian akan terasah. “Mencari pembelajaran dan informasi saat ini kan mudah. Bisa dari mana saja kita dapat ilmunya. Tinggal melakukannya saja, mau atau tidak,” pungkas Sariman. (*)

 

Pewarta: Nur Robbi Syai’an

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: