Marak Kebakaran, 40 Persen Hidran di Balikpapan Bermasalah

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Musibah kebakaran di Balikpapan semakin marak beberapa waktu terakhir. Gerak cepat tim pemadam kebakaran (PMK) diperlukan agar kobaran api tak menimbulkan korban maupun kerugian. Salah satu infrastruktur pendukungnya adalah ketersediaan hidran.

Alat penyalur air bertekanan tinggi ini sebagaimana sering terlihat, terpasang di bahu-bahu jalan. Warnanya yang merah menyala membuatnya mudah dikenal.

Meski demikian, tak jarang unit pemadam kebakaran harus melalui jalan memutar untuk mengambil pasokan air, lantaran lokasi hidran yang jauh. Selain persoalan jarak, kendala lainnya adalah kondisi hidran itu sendiri.

Dari data yang dihimpun media ini, ada sekitar 170 hidran yang terpasang di Balikpapan. Namun 40 persen di antaranya dalam kondisi bermasalah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Suseno mengaku, sebagian hidran yang ada mengalami masalah di katup kuncinya. Sehingga tidak bisa bekerja secara normal.

“Memang dari seluruh yang ada, sebagian bermasalah. Tapi banyak yang berfungsi,” tegasnya, Rabu (7/7/2021).

Untuk mengimbanginya, tak jarang BPBD bekerja sama dengan PDAM dan kepolisian untuk membantu suplai air. Suseno pun mengakui, pihak PDAM Balikpapan siaga 24 jam penuh jika terjadi kebakaran di Kota Minyak.

“Sehingga kalau ada permohonan dukungan suplai air ini juga bisa dilakukan,” jelasnya.

Terkait rencana penambahan unit hidran, pihaknya perlu berkoordinasi dengan PDAM Balikpapan.

“Karena dari PDAM kan paham, daerah mana yang tekanan airnya kurang, mana yang tekanan tinggi, jadi bisa dimanfaatkan,” ujar Suseno.

Namun demikian, dirinya belum bisa berkomentar lebih dalam terkait rencana tersebut. Sebab dengan kerja sama yang baik antar instansi, cukup untuk menguasai api.

“Tapi kan bukan satu-satunya itu. Kita kan bisa juga memanfaatkan perusahaan-perusahaan sekitar untuk membantu,” tambahnya.

Hidran yang ada saat ini, kata Suseno memang masih diutamakan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Hanya saja penggunaan hidran ini tergantung suplai air dari PDAM.

“Kan titiknya kebanyakan di lokasi rawan kebakaran,” tutupnya. (bom/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: