Dishub Paser Tak Punya Alat Timbang Portabel

Aturan MST Belum Diterapkan

PASER, nomorsatukaltim.com – Tak adanya alat timbang portabel menjadi alasan Dishub Paser belum menerapkan aturan muatan sumbu terendah (MST) bagi kendaraan pengangkutan.

Penerapan itu terlihat saat pelaksanaan operasi over dimension over loading (Odol), Rabu (7/7/2021) dini hari. Lebih fokus pada kelaikan dari sisi kendaraan.

“Sebenarnya ada beberapa pelanggaran yang bisa diberikan. Namun, malam ini (semalam, Red.) kami kenakan uji KIR,” kata Kepala Dishub Kabupaten Paser, Inayatullah.

Razia malam itu, empat kendaraan truk muatan sawit terjaring. Sehingga untuk truk yang diyakini kelebihan muatan, hanya melihat secara kasat mata.

“Misal melebihi bak yang ada, yakni di luar pabrikan (kendaraan). Kami lebih kepada ketentuan tata cara muatan,” sambungnya.

Ia bilang, di pengadilan, saat sidang harus dilengkapi dan mengedepankan data otentik. Sehingga harus ada alat uji timbang portabel, untuk mengetahui berat kendaraan secara pasti.

“Jadi kami lakukan pemeriksaan (kendaraan) terutama dalam hal persyaratan untuk uji KIR yang mati. Itu yang kami kenakan,” ungkapnya.

Terkait perlunya alat timbang portabel, dikatakan Inayatullah, pihaknya telah mengusulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Paser. Kebutuhan itu sangatlah krusial. Mengingat salah satu syarat apakah over kapasitas atau tidak saat melintas di jalan umum.

“Hanya melihat kasat mata dari bak (truk), itu belum bisa menjamin kelebihan muatan atau sebaliknya. Alat timbang portabel sudah kami ajukan, mudahan di APBD Perubahan ini disetujui,” pinta Kadishub Paser.

Saat disinggung mengenai perkembangan pengerjaan jembatan timbang di Kecamatan Kuaro, ditargetkan pada 2023 baru dapat dioperasikan. Karena pekerjaan mengalami hambatan, imbas pandemi COVID-19.

Informasi yang diterimanya dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan perwakilan Kaltim, sebagai pelaksanaan kegiatan pembangunan jembatan, untuk tahap kedua 2021 sudah dimulai pekerjaan fisik.

“Belum selesai. Karena ada refocusing, seharusnya tahun ini rampung. Ya akan dilanjutkan kembali pada 2022. Sehingga menimbulkan keterlambatan dalam pengoperasiannya. Insyaallah baru bisa 2023 mendatang,” pungkas Inayatullah. (asa/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: