Akan Rotasi Jabatan, AGM: Bisa Ada yang Non-Job

PPU, nomorsatukaltim.com –  Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) berencana kembali melakukan rotasi jabatan. Rencana ini sudah mulai ia cuatkan sejak beberapa purnama lalu.

Nah hingga saat ini, bupati muda ini masih menghitung-hitung, memperkirakan pejabat mana saja yang akan digeser. Bukan hanya digeser ke posisi lain, tapi bisa digeser hingga ke luar garis pemerintahan.

Baginya, mutasi ini bukan hanya sekedar simbolisasi saja. Namun harus ada perbaikan di tatanan pemerintah di daerah. Makanya dalam mutasi nantinya, dimungkinkan terdapat pegawai yang tidak disertakan sementara waktu dalam pemerintahan atau non-job.

“Masih ada pertimbangan-pertimbangan tentang penilaian kerja dan bukti, bahwa dia layak untuk tidak ikut lagi diikutsertakan dalam pemerintahan. Atau bisa dikatakan non-job. Karena kegiatan-kegiatan yang seharusnya di 2020 dan 2021 kita fokus dengan penanganan corona dan pemulihan ekonomi, serta mengejar keterlambatan pembangunan kita, itu menjadi acuan mutasi yang ada di PPU kali ini,” jelasnya belum lama ini.

Selama ini, akunya, kinerja pegawai secara data memang baik. Buktinya ia sebutkan.

“Karena kita sudah lima kali berturut-turut mendapatkan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian),” sebutnya.

Tapi dengan keadaan demikian tak menghentikan langkahnya untuk tetap mengoptimalkan lagi kinerja pegawainya itu.

“Agar kita bisa mendapat capaian yang lebih baik,” sambungnya.

Baik menurut WTP itu, didasarkan pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara berturut-turut selama lima tahun terakhir. Yang ingin ia raih adalah percepatan pembangunan yang lebih akurat. Lebih baik secara data, laporan dan secara isu manfaat di masyarakat.

“Jadi banyak sekali target-target yang harus kita lakukan di PPU, mengingat saya selaku bupati hanya memimpin lima tahun. Lalu akan ada pilkada lagi, paling lama sepuluh tahun bisa menjabat,” ungkapnya.

Percetakan yang ia maksudkan ialah secara inovasi. Memanfaatkan perkembangan teknologi masa kini untuk pelayanan.

“Jadi percepatan itu harus cepat dan tidak ada alasan lagi. Karena teknologi sekarang sudah tidak seperti dulu. Jadi dalam waktu lima tahun harusnya RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) kita bisa selesai sesuai dengan harapan masyarakat di PPU,” jelas AGM.

Tak menyebutkan secara pasti kapan rotasi jabatan akan dilakukan. Yang pasti, dalam waktu dekat atau pada Juli ini. Meski begitu, tak ragu ia membocorkan tak sedikit posisi yang akan bergeser.

Pun, mutasi kali ini tak hanya menyasar pegawai yang menduduki kursi jabatan Eselon III dan IV saja. Tapi juga sejumlah pegawai Eselon II atau setingkat kepala dinas bakal masuk dalam daftar.

“Kemungkinan, kurang lebih sepuluh (kepala dinas yang digeser). Ada tiga yang kosong (belum termasuk Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penanggulangan atau DPKP yang baru saja mangkat), kemudian ada tujuh yang mesti dievaluasi kembali. Sesuai dengan perjanjian kinerja kepala dinas di PPU,” bebernya.

Untuk diketahui, rotasi jabatan ini bukan yang pertama dilakukan. Kepemimpinan AGM dikenal ringan untuk melakukan mutasi. Dengan berbagai alasan yang ia sebutkan tadi. Tercatat tak kurang dari tiga kali mutasi jabatan sudah ia lakukan dalam masa 2,5 tahun periodenya memimpin daerah termuda kedua di Kaltim ini. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: