Motif Penyerangan di Jalan Ahmad Dahlan Samarinda Terungkap, Ternyata Gara-Gara Narkoba

Penyebab tewasnya Jumriansyah di tangan sekelompok orang mulai memunculkan titik terang. Kepolisian mengungkap motif penyerangan di Jalan Ahmad Dahlan Samarinda itu, dari dua tersangka utama yang berhasil ditahan.

nomorsatukaltim.com – Sebelumnya, tim gabungan dari Jatanras Polda Kaltim, Satreskrim Polresta Samarinda, dan Polsek Samarinda Kota, menyimpulkan kedua tersangka yang kini telah ditahan merupakan pelaku utamanya. Akibat kedua tersangka yang menghantamkan kayu, korban sampai menderita luka di bagian kepalanya, dan berakhir meregang nyawa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Dovie Eudy kepada Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com melalui sambungan teleponnya, Senin (5/7/2021) sore. Dalam kesempatan ini, polisi muda dengan satu balok emas di pundaknya itu turut mengungkapkan motif di balik penyerangan sekelompok orang tersebut terhadap korban.

“Motifnya ternyata gara-gara korban mau beli sabu, tapi uangnya kurang,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikisahkan oleh polisi perwira menengah tersebut. Disebutkan pada Minggu (27/6/2021) dini hari lalu, korban awalnya melangsungkan pesta miras dengan rekan-rekannya di salah satu tempat hiburan malam (THM), yang terdapat di kawasan Kecamatan Samarinda Kota.

Sepulangnya usai pesta alkohol dengan rekan-rekannya, korban kemudian hendak membeli sabu dengan salah satu pengedar kenalannya yang berada di Gang Bakti, Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Samarinda Kota.

“Dalam keadaan mabuk itu dia mendatangi salah seorang kenalannya hendak membeli sabu,” ucapnya.

Singkatnya, saat sedang transaksi, uang yang diberikan korban ternyata kurang. Karena uang yang diberikan tak sesuai harga, pengedar itu enggan untuk memberikan dua poket sabu yang sebelumnya sudah dipesan oleh korban. Karena tak mendapatkan sabu, korban lantas mengamuk.

Dengan berbekal sebilah badik, korban menyerang siapa pun yang ada di hadapannya. Akibat kebrutalannya itu, salah seorang warga sampai mengalami luka di bagian lehernya. Warga yang geram dengan tingkah korban lantas menyerang balik.

Sadar karena kalah jumlah, korban kemudian kabur. Hingga akhirnya korban terjatuh di pinggir Jalan Ahmad Dahlan. Warga yang kadung geram kemudian mengeroyok korban hingga bersimbah darah dan meregang nyawa.

“Jadi subuh itu dia mau beli sabu dua poket, ternyata uangnya kurang. Kemudian dia mengamuk di sana, sambil mengeluarkan badik dia nyerang salah satu warga setempat. Jadi warga di sana itu ada yang luka-luka di bagian lehernya. Warga sana marah, kemudian korban ini dikejar. Sehingga terjadilah pengeroyokan itu. Kalau dia tidak menebas orang mungkin gak sampai begitu,” terangnya.

Masih Dovie menyampaikan, kedua tersangka kini masih menjalani pemeriksaan dan penahanan di Polsek Samarinda Kota.

“Untuk LP (laporan polisi) kemarin yang menangani Polsek Samarinda Kota. Tapi yang backup dan menangkap kedua tersangka ini dari Satreskrim Polresta Samarinda. Sekarang yang bersangkutan sedang dilidik di Polsek Samarinda Kota. Jadi masih dikembangkan lagi,” tandasnya

Pun dengan pelaku lainnya yang turut terlibat di dalam aksi pengejaran dan pengeroyokan terhadap korban. Hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap mereka.

“Kelanjutan dari hasil penyelidikan untuk DPO (daftar pencarian orang) tetap kita cari,” ungkapnya.

Lanjut Ipda Dovie menjelaskan, kendati pihaknya telah menahan pelaku utama di balik penyerangan, namun pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang terlibat dalam penyerangan.

“Dikarenakan yang ikut-ikutan memukul ini kan tetap pengeroyokan jatuhnya. Meskipun penyebab kematiannya gara-gara dari hantaman kayu kedua tersangka ini,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui orang yang terlibat dalam aksi pengeroyokan itu ada sebanyak tujuh orang.

“Tapi saat korban terjatuh dan ikut memukul itu masih belum diketahui. Yang jelas, dua tersangka ini mengakui, kalau merekalah yang menghantam korban menggunakan kayu hingga korban meninggal dunia,” terangnya. (aaa/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: