PCR Kumur Produksi Bio Farma Diklaim Deteksi 10 Varian COVID-19

JAKARTA, nomorsatukaltim.com – PCR kumur (Gargle-PCR) Bio Saliva, hasil kerja sama GSI Lab dengan Bio Farma dan Nusantics, diklaim mampu mendeteksi hingga sepuluh varian COVID-19.

Sepuluh varian tersebut di antaranya adalah varian B 1.617.2 (Delta), B 1.617.1 (Kappa), B117 (Alpha), B1351 (Beta), P1 (Gamma), B1525 (Eta), B1526 (Iota), B1466.2 (varian Indonesia), B 1.427/29 (Epsilon), dan varian C.37 (Lambda).

“Sampai saat ini belum ada produk alat uji COVID-19 di Indonesia yang dapat mendeteksi 10 varian mutasi covid-19,” kata Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heryanto, Sabtu (3/7/2021), dilansir dari CNNIndonesia.com.

Bambang mengatakan PCR kumur Bio Saliva telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 1 April 2021 dengan Nomor KEMENKES RI AKD 10302120673.

Ia juga menyebut, PCR kumur dapat berkontribusi meningkatkan kapasitas tracing nasional. Sebab, bisa mendeteksi hingga angka CT 40 dengan tingkat sensitivitas hingga 93,57 persen. Selain itu, PCR kumur tersebut bisa diberikan kepada anak-anak sampai lansia.

Proses pengambilan sampel PCR kumur pun terbilang praktis. Sehingga, memungkinkan pengambilan sampel dalam jumlah yang sangat besar tanpa perlu menambah tenaga medis.

pemprov iduladha

“Hal ini menjadikan Gargle-PCR sebagai alternatif selain gold standard Swab Nasofaring-Orofaring menggunakan PCR Kit, yang memiliki sensitivitas hingga 95 persen,” terang dia.

Namun demikian, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi memastikan sampai saat ini hanya ada dua tes yang terbukti efektif, PCR swab dan antigen yang memenuhi standar serta rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Kalau sampai saat ini kita mengikuti rekomendasi WHO ya, di mana pemeriksaan PCR swab dan rapid antigen,” kata Nadia.

Meski belum standar WHO, layanan tes PCR Kumur ini diketahui sudah dibuka sejak Jumat (2/7/2021). Dalam unggahan Instagram resminya @gsilab.id menjelaskan, tata cara tes PCR Kumur melalui empat tahap.

Pertama, orang yang akan menjalani tes diminta menarik nafas dan batuk keras. Kedua, orang itu diminta memasukkan cairan khusus ke dalam mulut. Cairan itu harus dikumur-kumur sebanyak tiga kali.

Ketiga, ludah yang sudah bercampur cairan dimasukkan ke dalam satu wadah. Keempat, cairan di wadah tersebut akan dipindahkan ke tube lain.

Ada dua titik yang menyediakan tes kumur itu, yakni di GSI Lab Cilandak yang beralamat di Jl. RA Kartini Nomor 34, Cilandak, Jakarta, serta di GSI Lab Sintesa Kuningan yang beralamat di Jl. Setiabudi Selatan No.17, Lapangan Parkir Menara Duta.

iduladha dprd kaltim

Biaya tes PCR kumur dihargai Rp 799 ribu per orang. Hasil tes keluar di hari yang sama jika tes dilakukan sebelum pukul 12.30 WIB. (cnn/zul)

Berita ini telah terbit di CNNIndonesia.com dengan judul Bio Farma Klaim PCR Kumur Deteksi 10 Varian Covid-19

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: