ngopi

RSKD Balikpapan Darurat, Ruangan Penuh, Pasien Dirawat di Lorong

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Warga Kota Beriman dikejutkan video amatir yang beredar di dunia maya. Video itu memerlihatkan Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan yang over kapasitas.

Durasinya 59 detik. Sejumlah pasien ditampilkan sangat memerlukan bantuan medis. Bahkan beberapa ditempatkan di lorong.

Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Edy Iskandar tidak mengelak. Tapi itu bukan kemauannya. Melainkan pasien terus berdatangan. Sekitar 20 hingga 30 pasien berduyun-duyun ke IGD. Rata-rata keluhan mereka adalah sesak nafas sehingga butuh oksigen tambahan. Sementara ruang UGD sudah penuh.

“Jadi kita tambah saja bed-bed itu di selasar (lorong),” tambahnya.

Katanya, puncak peningkatan kedatangan pasien terjadi Kamis (1/7) lalu. Sebanyak 30 pasien terdata dengan gejala yang sama. Sesak nafas. Namun pihaknya tak bisa menampung sebagian pasien itu di UGD RSKD. Sehingga sebagian pasien terpaksa memanfaatkan lorong rumah sakit.

Adapun para pasien yang datang masih ditangani petugas medis.  Edy sendiri, menduga kemungkinan terburuk bahwa para pasien terpapar COVID-19. Sehingga ia menetapkan, ruang UGD RSKD termasuk area sekitarnya sebagai zona merah.

Masih ada alternatif. Yaitu membangun tenda darurat. Sayangnya mustahil. Tempat tidak ada. Pun dengan tenaga kesehatan. Edy pasrah.

“Saya sudah tidak bisa lagi membatasi,” keluhnya.

Ia memastikan kapasitas di RSKD sudah melebihi ambang batas. Sehingga jika pasien terus bertambah, lorong terpaksa jadi pilihan utama. Edy berharap rumah sakit lain bisa merespons lonjakan pasien di RSKD.

Dengan membuka penambahan layanan pasien COVID-19. Masyarakat katanya juga tidak salah. Karena mereka tahu UGD hanya ada di RSKD. Mau tak mau rumah sakit lain harus merespons bendera putih dari RSKD.

“Kami minta dukungan dari rumah sakit lain terutama RS Beriman,” harapnya.

Hingga saat ini RSKD telah menampung sampai 200 pasien. Sementara tenaga kesehatan yang tersedia juga hanya sanggup melayani 200 pasien tersebut. Alhasil, Edy pikir-pikir jika ingin menambah pasien lagi. Khawatirnya tenaga kesehatan juga ikut lelah. Sehingga pelayanan tidak maksimal. (ryn/boy)

diskominfo kaltim
Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply