IDI Balikpapan Curiga Varian Baru Corona Masuk, Diskes: Uji Klinik Dulu

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Lonjakan kasus positif di Kota Beriman membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Balikpapan khawatir. Jangan-jangan, varian Delta COVID-19 sudah masuk. Ketua IDI Balikpapan Dradjat Witjaksono menyampaikan demikian.

“Saya curiga bahwa di Balikpapan sudah ada varian D karena kasus meningkat drastis,” katanya singkat.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Balikpapan Andi Sri Juliarty membantah. Temuan tentang varian baru virus corona harus melalui serangkaian proses uji klinis.

Perlu memulai langkah pengambilan spesimen pada kelompok tertentu. Saat ini satgas mulai mengambil spesimen pada kelompok tertentu. Yang CT-nya di bawah 25.

“Jadi orang PCR kita lihat dulu, ini klaster muncul kita lihat CT nya. Jadi tidak semua orang diambil sampelnya,” ungkapnya.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada sampel pasien COVID-19 yang memenuhi syarat. Atau pembuktian pasien yang dikategorikan terindeks jenis varian baru. Lagi pula, pihaknya belum dapat melakukan ujian klinis yang memadai.

“Dan di Balikpapan belum ada (yang menjurus ke syarat sasaran). Ada tapi maksudnya kita belum lakukan, syaratnya kan itu,” katanya.

Menurutnya, uji klinis yang dimaksud memerlukan fasilitas penunjangnya yang tidak dimiliki pusat layanan kesehatan di daerah. Sehingga setiap sampel yang diambil juga harus dikirim ke pusat untuk diuji di sana. Adapun pasien yang samplenya sudah diambil yakni berkisar 12 orang.

“Kalau ada kelompok yang dicurigai maka akan kita tes dan kita kirim ke Litbangkes,” ungkapnya.

Adapun syarat lain yang menjadi dasar uji klinis lebih lanjut tentang varian D, katanya, misalnya kelompok orang yang sudah pernah positif lalu positif lagi.

“Itu masuk jadi syarat sasaran yang harus dites mutasi. Atau kelompok orang yang sudah divaksin dua kali, tiba-tiba banyak yang positif,” tutupnya.

Selama sepekan, kasus positif di Balikpapan melonjak. Dari yang biasanya hanya berjumlah 25 sampai 50 kasus positif per hari, kini berada di kisaran 100 sampai 200 kasus positif per hari. (ryn/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: