Liga 1 Ditunda Lagi, Borneo FC Legowo

Samarinda, nomorsatukaltim.com– Manajer Borneo FC Samarinda, Farid Abubakar sempat kaget mendengar kabar penundaan Liga 1. Padahal berkaca pada suksesnya gelaran Piala Menpora yang terselenggara pada bulan April hingga Mei 2021 kemarin.

Kekhawatiran akan paparan COVID-19 mestinya bisa diminimalisir. Dengan aturan protokol kesehatan ketat yang sudah di tetapkan. Termasuk larangan masuknya suporter ke lapangan.

“Jelas megganggu program yang sudah kita siapkan selama ini ya. Termasuk training camp yang baru saja kita jalankan di Jogja beberapa waktu lalu. Tapi kita ambil positifnya saja, semoga persiapan kita makin matang. Toh alasan utama adalah tentang kesehatan banyak orang,” kata Farid, Selasa 29 Juni 2021.

Borneo FC Samarinda sudah menentukan sikap. Apapun yang menjadi keputusan PSSI, PT LIB sebagai operator liga. Pesut Etam akan patuh dan mengikuti. Selama berdasar pada kepentingan dan hajat hidup orang banyak.

Berlatih dan berlatih lagi, sampai panggung Liga 1 benar-benar mendapatkan restu, paling akhir tinggal restu langit yang patut ditunggu.

Sebelumnya kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 resmi ditunda. Sedianya Liga 1 kick-off pada 9 Juli mendatang. Disusul Liga 2 sepekan kemudian. Tapi pandemi COVID-19 tak bisa menyelamatkan sepak bola Indonesia. PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) pun menunda berdasarkan surat rekomendasi yang dikeluarkan Satgas COVID-19.

“Yang di dalam surat itu ditunda sampai akhir Juli 2021. Memahami situasi saat ini dan asas kemanusian, maka PSSI memutuskan apa yang diarahkan pemerintah tersebut,” ujar Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam konfrensi pers virtual, Selasa 29 Juni 2021.

Situasi ini tentu bukan yang diharapkan. Mengingat kick-off tinggal meyisakan sekira dua pekan. Namun meningkatnya kasus COVID-19 di dalam negeri membuat kompetisi batal digelar. Ditambahkan Yunus, bahwa PSSI selalu mendukung apa yang diputuskan pemerintah.

“PSSI selalu mendukung apa yang diminta pemerintah melalui satgas covid. Maka PSSI bersedia menundanya,” tambah pria yang juga Ketua Asprov PSSI Kaltim tersebut.

Sebelumnya kompetisi pra musim Piala Walikota Solo juga mengalami penundaan. Mestinya 29 Juni ini digelar dengan melibatkan delapan klub. Bali United FC, Persib Bandung, Arema FC, Bhayangkara Solo FC, Persis Solo, Rans Cilegon FC, PSG Pati, dan Sriwijaya FC.

Turnamen tersebut jadi ajang persiapan tim jelang kick-off Liga 1 dan Liga 2. Tapi karena melonjaknya angka COVID-19 terpaksa dibatalkan. Dari batalnya Piala Walikota Solo tersebutlah muncul pertanyaan terkait nasib Liga 1.

Hingga pada 28 Juni 2021, PSSI menerima surat rekomendasi Satgas COVID-19. Surat bernomor B-69/KA SATGAS/PD.01.02/06/2021 itu langsung pada perihal Penundaan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Sepak Bola Nasional. Tentu ada alasn yang jelas. Dalam surat itu menerangkan bahwa per 27 Juni 2021 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 naik menjadi 21.342 kasus. Jika dijumlahkan hingga sekarang tercatat ada 2.115.304 kasus.

Direktur Operasional PT LIB (Liga Indonesia Baru), Sudjarno menjelaskan sebenarnya persiapan gelaran kompetisi sudah sangat siap. Persiapan teknis dan non teknis sudah mencapai angka 80 persen. Memang keputusan tersebut sangat berat diambil. Tetapi operator dan federasi enggan mengambil risiko.

“Permintaannya supaya Liga 1 yang sejatinya kick off pada 9 Juli untuk ditunda sampai akhir bulan Juli. Semata-mata hanya untuk pertimbangan kesehatan masyarakat terkait pandemi yang sudah melanda. Bukan karena hal lain,“ ujar pria berusia 59 tahun. (frd/fdl)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: