Jembatan Mentiwan “Menganga”, Warga Melak Pertanyakan Perbaikan

Kubar, nomorsatukaltim.com – Kondisi jembatan Mentiwan Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak, selama bertahun-tahun warga di kawasan itu dihadapkan pada buruknya infrastruktur jalan permukiman, berupa jembatan darurat dengan kayu ulin.

Tambal sulam terhadap papan jembatan yang patah dengan papan baru bukan hanya sekali dua kali, tetapi sudah tidak terhitung jumlahnya. Namun beberapa bulan kemudian sudah kembali patah dan meninggalkan lubang menganga yang membahayakan warga.

Bahkan dengan kondisi jembatan, harusnya kendaraan yang melintasi jembatan ini hanya bisa dilalui kendaraan berbobot ringan dan bergantian alias one way. Tapi fakta bicara lain.

Menurut keterangan warga sekitar, jembatan yang menghubungkan ke Kampung Sekolaq Oday Kecamatan Sekolaq Darat ini kerap dilalui truk-truk besar kelapa sawit.

“Sebenarnya jalan udah dibaiki berkali-kali, ya meski hanya swadaya masyarakat sekitar, bukan pemerintah. Tapi bukan menyalahkan pemerintah sih, memang banyak truk muatan lebih yang lewat sini. Kan mereka enggak berani lewat jalur dua (Jalan Sendawar Raya),” ujar Suci kepada Disway Kaltim dan Nomorsatukaltim.com.

Usut punya usut, dua tahun belakangan upaya perbaikan jembatan telah direncanakan Dinas Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kubar.

“Kita sudah masukkan paket perbaikan jembatan Mentiwan itu. Namun karena covid ini tak kunjung selesai bahkan semakin menggila akhirnya dua tahun ini terkendala. Karena anggaran dipangkas,” beber Kabid Bina Marga DPUPR Kubar, Marto Yosan.

“Jadi sebenarnya bukan kita tutup mata soal kondisi jembatan itu, tapi memang murni terkendala anggaran yang terpangkas karena penanganan covid,” tandas Ocan sapaan akrabnya saat dihubungi wartawan. (luk/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: