Tausiyah di PPU, Ustaz Abdul Somad Apresiasi Program Bupati

Turut Resmikan Pondok Pesantren

PPU, nomorsatukaltim.com – Tausiyah yang diisi Ustaz Abdul Somad (UAS) berjalan meriah. Meski tak dihadiri banyak orang. Dalam ceramahnya, ia berpesan beberapa hal. Di antaranya memberikan pembinaan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di PPU. Pendakwah kondang ini turut mengapresiasi beberapa program Pemkab PPU.

Kedatangan ustaz kelahiran Sumatera Utara itu tak lepas dari keinginan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM). Hajat lama yang sempat beberapa kali tertunda itu punya tujuan khusus. Yaitu ingin memberikan siraman rohani untuk para pegawainya.

Bupati muda ini mau mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Diawali dengan mewujudkan good and clean governance. Maka itu perlu didukung oleh kondisi mental serta moralnya yang baik.

“Tujuannya, tidak lain tidak bukan adalah untuk meningkatkan nilai iman dan takwa setiap pribadi ASN, yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara menumbuh kembangkan nilai kejujuran, ketekunan, keikhlasan, keadilan, kesyukuran, kerjasama dan kedisiplinan,” ujarnya pada tempat acara di masjid Agung Al-Ikhlas KM 9, Senin (28/06/2021).

Gelaran berjalan aman. Meski dihadiri sekira 500 tamu undangan saja. Penerapan protokol kesehatan sedari pintu masuk diberlakukan. Super ketat. Tambahannya yaitu persyaratan tamu yang hadir harus menyertai undangan serta hasil rapid test antigen negatif.

Dimulai selepas salat zuhur, acara berlangsung sekira dua jam. Di akhir ceramahnya, Ustaz Abdul Somad memimpin doa bersama. Satu hal lagi yang AGM minta didoakan. Yaitu realisasi pembangunan Penajam Tower. Yang ia gagas untuk sebagai landmark baru PPU yang maju, modern dan religius. Agar pembangunan tower di PPU berjalan lancar dan penuh dengan hikmat.

“Di atas tower itu akan ada lambang Allah dan Muhammad. Dengan tinggi mencapai 150 Meter yang melebihi tinggi tugu Monas yang hanya 130 meter” ungkapnya.

Ustaz Abdul Somad menyambut hal itu. Ia mengapresiasi langkah Pemkab telah mewacanakan hal itu. Menurutnya, adanya tower itu sebagai sebuah simbol juga sebagai identitas sebuah daerah.

Lebih dari itu, Ustaz Abdul Somad juga memuji langkah AGM. Dalam hal memberikan fasilitas gratis di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Semoga semua yang sudah dilakukan menjadi manfaat untuk masyarakat. Begitu juga rencana pembangunan tower itu menjadi hal baik untuk daerah Penajam Paser Utara ini,” ujarnya.

RESMIKAN PONPES

ponpes

Ustaz Abdul Somad (tengah) saat meresmikan ponpes di Waru. Didampingi Bupati PPU AGM (kanan) dan pengurus ponpes. (Istimewa)

Dalam kesempatannya datang ke PPU, Ustaz Abdul Somad turut meresmikan sebuah pondok pesantren (ponpes). Yaitu Ponpes Tahfidz Roudhotul Quran di Kecamatan Waru. Senin (28/6/2021) sore.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan kehadiran Ponpes Tahfiz Roudhotul Quran di Kabupaten PPU merupakan rahmat bagi daerah dan seluruh masyarakat PPU. Karena menurutnya hanya pondok pesantren lah tempat yang mampu mempertahankan nilai-nilai keislaman dengan baik hingga saat ini.

“Anak-anak kita yang polos-polos ini jika tidak dijaga, maka akan dimakan ulat, akan diserang wereng sampai habis mereka dan kita kesulitan karena yang menyerang mereka saat ini tidak terlihat. Secara pemikiran seperti liberalisme, sekularisme, komunisme, ateisme dan sebagainya yang pada akhirnya anak tidak memiliki pendirian iman. Oleh karenanya, kehadiran Ponpes ini merupakan satu-satunya benteng untuk menghindari terjadinya semua itu,” ucap UAS didampingi langsung oleh Bupati PPU AGM, dan sejumlah pengurus.

Menurutnya, dengan menuntut ilmu di ponpes, generasi muda akan memiliki penangkal gempuran era digital.

“Jika dulu yang ditakutkan orang tua adalah TV, sekarang tidak tetapi adalah YouTube. Karena TV masih bisa dikontrol oleh KPI tetapi YouTube tidak, kecuali dilaporkan kepada pihak berwajib. Maka yang jadi korban adalah anak-anak,” jelasnya.

Ia menyebut banyak orang tua yang tidak sanggup lagi mengontrol anak-anak dalam bermain ponsel. Bahkan orang tua memberikan ponsel supaya orang tuanya juga bisa bermain ponsel.

Dengan kehadiran Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an di Kabupaten PPU tersebut, UAS berharap banyak santri terbiasa belajar Alquran. Sedari TK Quran, SD Quran, sampai SMA Quran sehingga mampu menjadi dasar dalam kehidupan mereka kedepan.

“Selamat kepada seluruh para ustaz dan para tokoh agama di daerah ini yang sudah susah payah sehingga berdirinya Ponpes Roudhotul Quran ini. Karena inilah satu-satunya tempat yang akan menjadi benteng bagi keislaman anak-anak kita nantinya,” jelasnya.

Pemilik Ponpes Roudhotul Qur’an, Ajizah Abdul Kowi berharap lembaga pendidikan tersebut bisa membawa kebaikan bagi Kabupaten PPU. Terkhusus Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru yang menjadi tempat berdirinya Ponpes.

Hingga saat ini ia telah menampung sekira 80 santri. Terdiri dari putra dan putri. Sementara daya tampungnya sampai 200 santri.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada Guru besar, Ustaz Abdul Somad dan Bupati PPU, Bapak Abdul Gafur Masud yang telah sudi mampir ke tempat kami. Mudah-mudahan dengan kehadiran beliau ini akan membawa berkah untuk Ponpes dan daerah kabupaten PPU,” tutupnya. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: