Bupati Kubar Minta Siapkan Rumah Kosong untuk Isolasi Warga Terparar COVID-19

Kubar, nomorsatukaltim.com – Bupati Kubar FX Yapan meminta aparat kampung dan adat menyiapkan rumah kosong bagi warga terpapar COVID-19. Langkah ini disampaikannya, lantaran kasus kematian akibat virus corona di sejumlah wilayah kian meroket. Tak kecuali di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kubar per Minggu, 27 Juni 2021, angka kematian terpapar COVID-19 tercatat 68 orang. Dari total 3.849 yang terkonfirmasi positif se-16 kecamatan di Kubar, dan angka tertinggi Kecamatan Barong Tongkok dengan 922 orang dan 16 meninggal dunia.

“Sekarang banyak mayat di berbagai tempat. Bahkan tidak lagi ambulans yang bawa tapi truk. Bayangkan saja betapa menggilanya corona sekarang,” beber Yapan saat meresmikan Lou Bentian, beberapa waktu lalu.

Lantas begitu, mantan ketua DPRD Kubar ini meminta aparat kecamatan lebih memerhatikan kondisi wilayahnya terhadap kasus COVID-19 yang membludak.

“Aparat kampung dan adat, tolong ikuti dan taati protokol kesehatan. Sekarang covid ini makin menggila,” jelas Yapan.

Dengan menerbitkan intruksi khusus, bupati meminta kepala perangkat daerah di Kota Beradat tidak melakukan perjalanan luar daerah. Ini tertuang dalam Intruksi Bupati Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kutai Barat.

Pengecualian keberangkatan ijin keluar daerah karena dinas, tegas Yapan, harus berdasarkan ijin tertulis bupati, tanpa terkecuali. Itu pun hanya keperluan mendesak.

“Jangan anggap enteng covid ini. Saya sudah buatkan itu edarannya,” cetusnya.

Bupati Kubar dua periode ini mengaku, jika imbas COVID-19 sangat dirasakan. Contoh soal anggaran yang terpangkas. Ini berlaku di semua daerah se-Indonesia.

“Anggaran kita (Kubar) terpotong Rp 800 miliar untuk penanganan covid. Apabila masyarakat tertib prokes, pasti terhindar. Tapi sebaliknya, tentu akan ada imbasnya,” tandas Yapan. (luk/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: