Ustaz Abdul Somad ke PPU, Plt Sekkab: Agenda Internal, Bukan Untuk Umum

PPU, nomorsatukaltim.com – Ustaz Abdul Somad atau kerap disapa UAS bakal datang ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). Ia akan mengisi tausiyah di Masjid Agung Al-Ikhlas, Senin (28/6/2021).

Meski berdekatan dengan peringatan Iduladha, Plt Sekkab PPU Muliadi, mengatakan kedatangan penceramah itu bukan dalam agenda khusus. UAS datang hanya untuk mengisi siraman rohani biasa.

“Tidak dalam agenda apa-apa. Ini hanya rencana sudah lama tertunda akibat COVID-19 yang lalu,” katanya, beberapa waktu lalu.

Tidak ada agenda khusus. Ditegaskan ini hanya merealisasikan hajat pemerintah daerah yang sempat tertunda. Beberapa kali akibat larangan menggelar kegiatan berskala besar olah pemerintah pusat.

Diketahui, sejak 2019 lalu keinginan untuk mendatangkan ulama kelahiran Sumatera Utara sudah ada. Cuma terus terhambat.

“Nah kebetulan beliau sudah bersedia untuk datang ke sini,” sambungnya.

pemprov iduladha
uas1 e1624797263757

Flyer undangan siraman rohani UAS yang beredar di media sosial. (istimewa)

Kedatangan Ustaz Abdul Somad dapat dipastikan bakal memancing orang untuk datang. Mengingat sosoknya yang fenomenal.

Oleh karena itu, persiapan di masjid yang berada di Kilometer 8 Nipah-Nipah tersebut telah dilakukan dengan matang. Seperti menyediakan tempat-tempat sanitasi di berbagai sudut. Serta pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) yang lainnya.

“Jemaah diwajibkan menggunakan masker. Bahkan antar-jemaah bakal diberi jarak minimal satu sampai dua meter, untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19,” tandasnya.

Di samping itu, yang hadir ialah para undangan Pemkab PPU. Muliadi menyebutkan tidak banyak yang akan datang. Hal itu untuk mengindari adanya kerumunan hingga berisiko meningkatkan kasus penyebaran virus corona.

Tausiyah mengangkat tema khusus. Yaitu “Pembinaan Spiritual Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab PPU”. Dengan demikian, kajian yang digelar bersifat internal. Oleh karena itu, peserta kajian dikhususkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saja.

“Tentu kedatangan akan menarik minat banyak masyarakat. Tetapi untuk mencegah risiko penyebaran COVID-19, undangan kita batasi, hanya internal Pemkab. Sekitar 500 orang saja yang kita undang,” pungkasnya. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: