“Pemerintah Buka di Mana-Mana, Saya Pilih Divaksin di Mobil”

Cerita Warga Balikpapan yang Kini Tinggal di Houston

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Hadapi covid, negara harus logic. Kebijakan bertumpu info sains. Agar kepanikan terukur. Tidak asal kebijakan, kemudian memantik ribut di medsos. Di United States (US), yang Desember tahun lalu 4.000-an meninggal per pekan, kini turun jadi 300-an orang per pekan. Vaksin bebas didapatkan. Cara aksesnya bak cari permen di toko. Tinggal pilih mau merek apa. Semudah itu. Gratis pula. Ini cerita keluarga yang memilih divaksin tanpa harus turun dari kendaraan.

Neni Abbot, warga Balikpapan yang kini sudah 14 tahun tinggal di Houston, kemarin berbagi cerita. Di sana kesadaran warganya memang tinggi. Padahal ini kota terbesar keempat di US (Amerika). Atau kota terbesar di negara bagian Texas. Sebelum covid, pernah dikunjungi 17,5 juta orang per tahun. Kebanyakan dari Meksiko. Statistik ini menunjukkan negara mampu mengatur meski orangnya akeh.

“Ketika awal pandemi, lock down dilakukan. Dan warga taat. Semua benar-benar tutup. Yang melanggar denda hingga 5.000 USD (sekitar Rp 72 juta, kurs Rp 14.455),” katanya, saat ditemui di sebuah restoran di Balikpapan, kemarin.

Satu-satunya yang boleh buka hanya toko kebutuhan sehari-hari. Itu pun yang masuk dibatasi. Maksimal 15 orang. Diberi waktu 15 menit. Warga antre mengular. Tidak chaos. Paham bahwa untuk kebutuhan pun harus berbagi waktu dan jatah. Karena di awal-awal, tisu toilet sempat langka. Sekali beli hanya boleh 2. “Saya juga bingung kenapa itu yang langka,” sebut Neni lantas tertawa.

Seperti negara lainnya, Houston juga mengandalkan vaksin menghadapi pandemi. Bicara angka, per hari ini, sudah 46 persen warga divaksin. Semua berkat kemudahan akses. Bisa dilakukan di banyak tempat. Gratis.

Misalnya di Houston Hobby Airport. Dari jam 11 pagi hingga 4 sore. Dengan dua pilihan, vaksin. Moderna atau Johnson & Johnson. Merek pertama dua kali suntik. Seperti umumnya vaksin Sinovac yang mulai disebar di Kaltim. Sementara merek kedua, cukup sekali tusuk.

Di US, pusat perbelanjaan pun memberikan layanan vaksin. Contohnya di Walmart. Tinggal datang, suntik, pulang. Persis diceritakan di tulisan Asrul Ananda: Vaksin Berpikir Simple. Yang dimuat koran ini kemarin.

“Saat divaksin Moderna, saya sempat pusing. Mungkin karena belum sarapan. Nah ketika kemudian kena jadwal suntik kedua, saya persiapan. Makan dulu dua butir telur. Dan ternyata tubuh saya merespons lebih baik,” katanya lantas tersenyum.

Adanya gejala, justru bagus. Menandakan vaksin bekerja. Mempersiapkan antibodi. Gejala ini tidak ada yang protes. Apalagi takut. Kan sudah ada tim medis yang mengawasi. Neni diminta tak meninggalkan tempat sekitar 45 menit. Jaga-jaga. “Jangan sampai pingsan. Makanya ditunggui tim medis. Hingga akhirnya stabil,” katanya.

Neni dan keluarga mengikuti vaksin drive-through. Di lapangan luas, layanan suntik dilakukan tanpa harus turun dari mobil. “Lebih praktis dan aman. Tidak ada kontak atau berdekatan dengan orang lain,” katanya.

Memang, pusat vaksin dibuka masif. Ada 29 tempat vaksin gratis yang dibuka di pusat kota Houston. 19 di antaranya dibuka dadakan di sekolah, supermarket, hingga pusat berkumpulnya komunitas. Jadi kehadiran pemerintah terasa di mana-mana.

divaksin

Neni Abbot dan keluarga. Tetap positif hadapi pandemi.

Apalagi Pemerintah Houston juga menstimulus warga untuk vaksin. Misalnya di Harris County. Pusat Kesehatan setempat memberikan “undian” beasiswa USD 5.000. Khusus untuk pelajar di bawah usia 18 tahun. Yang kemudian direbut bocah bernama Jose Mejia. Di negara bagian Texas, di atas 12 tahun memang sudah diperbolehkan vaksin.

Begitu masifnya akses vaksin, turut menurunkan angka kasus baru di sana. Dua hari lalu, hanya ada 32 kasus baru. 50 persennya sudah dideteksi sejak dua minggu sebelumnya lewat tracing. Total positif covid di Houston 192.866. Dengan 4 kasus kematian terbaru, membuat angka fatality di 2,876.

Houston juga waspada dengan varian Delta. Yang membuat India kewalahan. Namun Departemen Kesehatan Texas selalu memberi info perkembangan kasus. Dari 1.607 pasien yang dirawat, dengan 1.013 di antaranya adalah kasus baru, belum ditemukan varian corona Delta itu.

Informasi valid ini disebar masif. Menguatkan ketenangan warga. “Angka covid terus turun bila semakin banyak warga Texas divaksin. Ayo ajak keluarga tercinta untuk divaksin,” tweet Departemen Kesehatan Texas di Twitter.

Di Houston, bila sudah divaksin. Warga diperbolehkan tidak bermasker. Karena seperti kata mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto, sejatinya yang perlu bermasker adalah yang sakit. “Sekarang sudah mulai mendekati kondisi normal. Meski beberapa tempat hiburan belum dibuka,” timpal Neni.

Ya, bioskop di sana belum boleh buka seperti biasa. Namun bila mau sewa untuk nobar privat bareng keluarga atau kelompok teman, diperbolehkan. Begitu juga bowling, yang sangat Amerika itu karena dimainkan 70 jutaan orang di US, belum dibuka untuk umum. “Bagi warga di Houston, muncul keyakinan kondisi akan segera normal. Karena memang covid ini dipandang berbeda oleh para pendukung Republik dan Demokrat. Bagi para pendukung Trump, tidak ada masalah dengan covid,” katanya kemudian tersenyum.

Restoran-restoran juga sudah menerima pelanggan. “Dulu bayarnya serba scan. Kini bayar cash sudah bisa. Jadi ya sudah hampir kembali seperti dulu,” lanjut Neni.

Bila di sana sudah seperti itu penanganan covidnya, bagaimana rasanya saat kembali ke Indonesia? Neni menyebut perbedaan terasa besar. Di US, tidak diperlukan PCR untuk terbang. Begitu mau kembali ke Indonesia, Neni harus PCR dulu di Houston. Demi mengikuti regulasi di Tanah Air. “Di Houston tarif PCR masih tinggi. Di USD 200. Tapi ya kita ikuti, karena ini syarat masuk ke Indonesia,” tutupnya.

Yah, terlepas dari cerita Neni, bagi penggemar golf vaksin masif di Houston ini suatu saat bisa dicoba. Karena menurut golflink.com, ada 198 golf course di Kawasan downtown. Puas menggilirnya setelah dicoblos. *CHE 

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: