Borneo FC Fokus Benahi Lini Pertahanan

Samarinda, nomorsatukaltim.comBorneo FC kembali menggelar latihan perdana di Stadion Segiri Samarinda, Jumat 18 Juni 2021. Usai memberikan jeda libur selama lima hari kepada skuat pemainnya. Dengan fokus utama memperbaiki lini pertahanan yang kerap kesulitan menghalau serangan cepat tim lawan. Hasil evaluasi dari beberapa laga uji coba selama TC di Jogja.

Di bawah guyuran hujan yang mengguyur wilayah Samarinda. Skuat Borneo FC disuguhkan menu penambah daya tahan. Untuk menggalang pertahanan yang kokoh dan solid. Agar nantinya di laga resmi Liga 1, penyerang lawan kesulitan menembus tembok yang di gawanginya.

Asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin kepada nomorsatukaltim.com mengatakan bawa kelemahan paling mencolok ada di barisan belakang yang kerap kedodoran jika mendapat serangan bertubi-tubi.

Dirinya mengakui, persoalan itu memang perlu pendalaman pemahaman secara teknis. Juga daya tahan fisik pemain. Terutama sekali adalah tingkat konsentrasi antar pemain dalam membangun kordinasi untuk menutup celah. Yang memang penyerang lawan akan selalu mencari dan menciptakannya untuk memanfaatkan kesalahan itu.

“Terutama dari sektor pertahanan. Masih sering terjadi miss dengan seringnya kebobolan di beberapa laga uji coba, artinya ada problem disana. Lalu transisi perlu lebih ditingkatkan,” kata Amiruddin, Jumat 18 Juni 2021.

Di sisi lain jelang kick-off akan dimanfaatkan juga untuk meningkatkan skill individu skuat Pesut Etam. Bicara soal ketersediaan pemain, lini tengah cukup kompetitis. Memiliki banyak stok pemain tengah dikatakan Amir sebuah keuntungan bagi Borneo FC. Karena memudahkan pelatih menentukan komposisi pemain yang paling siap turun, menyesuaikan skema permainan lawan yang akan dihadapi.

Saat ini klub kebanggaan warga Kota Tepian itu memiliki pemain tengah dengan skill mumpuni. Sebut saja Jonathan Bustos, Sultan Samma, Hendro Siswanto, Nuriddin Davronov. Termasuk Komang Teguh yang kerap menempati posisi didepan empat pemain belakang Borneo FC dalam skema 4-3-1-2.

“Tergantung menyesuaikan dengan kondisi lawan. Dengan banyaknya gelandang berarti kita punya opsi. Dan akan kita kembalikan kepada pemain yang paling siap di kala latihan, tanpa melihat itu pemain asing maupun lokal,” terangnya melanjutkan.

Tim pelatih menyusun pola yang akan di jadikan pakem. Dengan catatan pemainnya mampu menyerap saran dan kemudian mempraktikannya di atas lapangan. “Itu yang jadi nilai plus karena bisa main di beberapa posisi. Jadi di beberapa perubahan skema mereka faham cuman kurang padu,” pungkas Amir (frd/fdl)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: