ngopi

HM Rusli Mundur dari Yayasan Melati

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Di tengah konflik yang kembali memanas, tokoh Yayasan Melati, Haji Muhammad Rusli, tiba-tiba mengundurkan diri dari berbagai jabatan yang disandangnya.

Tokoh pendidikan Kaltim, itu juga melepas jabatan sebagai Ketua Pembina Yayasan Melati, yang pernah menaungi SMAN 10 Plus Melati.

Panjangnya sengketa antara Yayasan Melati dengan para pendukung SMAN 10, ditengarai menjadi penyebab pria 82 tahun itu mentas dari organisasi. “Pengunduran diri ini disebabkan lanjut usia dan uzur,” ujar mantan pengurus PBNU dan Ketua Nahdlatul Ulama Kaltim itu.

Di postingan media sosial pribadinya yang diizinkan untuk dikutip, ia menyatakan mengundurkan diri dari: Ketua Pembina Yayasan Melati. Wakil Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam. Ketua Pembangunan Madrasah Darussalam. Ketua pembina yayasan Bunga Bangsa. Ketua Pembina Kerukunan warga Sangkulirang. Dan Ketua Pembina yayasan Al Irsyadiah.

“Organ yang ada hendaknya tetap melanjutkan misi perjuangan dan semoga Allah.Swt melancarkan segala usaha ihtiar dalam mencapai tujuan yang dicita citakan.

H.M.RUSLI,” tulis mantan Ketua Kadin Kaltim dua periode. Selain menjabat pembina, H.M Rusli adalah salah satu tokoh pendiri Yayasan Melati yang mendirikan SMA 10 Melati dan kemudian menjadi SMAN 10 Samarinda.

Ia waktu itu, 1994 mendapatkan titah gubernur Kaltim, H.M Ardans untuk membentuk sekolah unggulan di Kaltim. Agar putra-putri daerah ini dapat bersaing di kancah nasional dan menjadi andalan dalam proses pembangunan di Kaltim.

Namun, dalam perjalanannya. Yayasan Melati berbeda pendapat dengan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Awang Farouk Ishak, dalam mengembangkan sistem pendidikan unggulan. Hingga terjadi terjadilah konflik panjang yang tak berujung. Setidaknya sampai hari ini.

Dalam sebuah wawancara, H.M Rusli mengatakan kepada Disway Kaltim, bahwa ia menyesal telah mau masuk ke dalam pusaran konflik. Padahal ia merasa dirinya adalah tokoh pendidik. Yang memiliki tujuan mencerdaskan anak bangsa.

“Saya menyesal kok mau waktu itu masuk ke dalam konflik seperti ini,” katanya. Dalam perjalanannya, H.M Rusli membangun sekolah unggulan lainnya. Mulai dari tingkat terendah, SD sampai tingkatan SMP dan SMA. Yaitu sekolah Bunga Bangsa di Jalan DI Panjaitan Samarinda Utara.

Sekolah yang dibangun pada tahun 2000 itu dinaungi Yayasan Bunga Bangsa. Saat ini terus berkembang, mencetak kader-kader cendikia di Kaltim. (das)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply